Showing posts with label Gila. Show all posts
Showing posts with label Gila. Show all posts

Monday, 21 March 2016

Aku Calon Bintang Besar yang Gak Jadi Bintang... (Chapter 1 : Niat)


Selamat berhari ini para pembaca yang budiman. Bagaimanakah kabar anda semua? Baik-baik sajakah? Ataukah kurang baik? Ataukah tiga perempat baik? Atau mungkin setengah baik? Atau sepersekian baiknya? *maaf, ngelantur. Sebenernya lagi gak pengen ngelantur, tapi memang dasarnya selalu ngelantur kalo nulis ya jadinya ngelantur. Mohon maaf buat yang tidak berkenan, mohon maafkan aku, dan jika masih ada yang belum berkenan memaafkan, mohon dilampiaskan saja pada tetangga atau temen-temenku yang tidak tahu apa-apa.. *ndeehhh?? Maksudte piye iki?
Begini, aku sengaja bikin poetingan ini karena selama beberapa waktu kepikiran terus tentang salah satu bakatku yang sudah lama terpendam. Jika dulu pembaca disini aku cekokin dengan kisah hebatku ketika bermain sepakbola (Hingga pembaca disini mual-mual dan ada beberapa yang muntah-muntah... :berbusa: ), kali ini aku akan membuka sisi lainku yang memang sangat penuh dengan potensi. Masih bingung? Bentar-bentar, aku jabarin sedikit pokok permasalahannya..
Sejatinya, aku yang dikenal di dunia persilatan sebagai salah satu musuh dragon ball ini.... *skip... gak jadi! Ngaco nih orang nulisnya...
Sebenerya... *ini nih yang mulai bener hawa-hawanya... sebenernya, aku yang dulu bukanlah yang sekarang.... *skip lagi! Malah tambah ngaco nih orang.. ente niat nulis cerita kagak sih kong? *teriak Mael, musuh utama dalam mitologi hercules dan tugas yang tak terselesaikan.. apa perlu aku bakar menyan dulu biar kamu gak ngaco kayak gini? *teriak tukim yang sebenernya adalah monster Sukomon..
Skip...
Kosong....
Yap kita mulai lagi, gak usah deh kita bahas si Mael dan tukim yang sebenernya merupakan makhluk absurd (tepatnya astral) yang seringkali muncul dalam cerita-ceritaku dulu...
Temen-temenku yang sekarang tahunya aku hanyalah seorang blogger kelas teri yang tidak bisa apa-apa dan belum mampu menghasilkan apa-apa. Sebagian kecil juga tahu jika aku dulunya adalah pemain sepakbola yang selalu gagal dan tidak pernah diajak berlatih tanding melawan tim manapun (bahkan termasuk melawan tim para wanita, waria atau anak kecil sekalipun, atau malah yang parah, tim ecek-ecek juga aku gak diajak main) meski selalu menjadi orang pertama yang hadir dalam latihan... nah, mungkin saat ini mungkin adalah waktu yang paling tepat untuk membuka rahasiaku yang dulu. Dimana aku memang selalu menjadi anak yang diciptakan Tuhan dengan penuh bakat dan multitalenta...
Aku bersyukur docoptakan Tuhan sebgai makhluk yang penuh dengan potensi, dan lengkap dengan segala talenta. Termasuk... potensiku untuk bermain band.. *gila lu broo? Situ bisa maen Band? Bukannya situ alergi kalo ketemu sama senar gitar gara-gara pernah terjerat di leher? Ini band beneran kan? Bukan band anak-anak? Atau band kasidahan yang anggotanya ibu-ibu pengajian? Ini pasti band sejenis marawis kan?
Stop! Stoooppppp!!! Kalian jangan menjudge aku dengan hal-hal aneh seperti itu kenapa sih? Sebelum kalian tahu dengan kejadian yang sebenarnya!
Skip...
Lanjut lagi ya ceritanya. Abaikan mereka yang selalu saja meremehkan kemampuanku seperti itu...
Iya, seperti telah aku cerutakan secara sekilas di atas tadi, bahwa sebenernya aku juga mempunyai talenta sebagai seorang seniman. Tepatnya sebagai seorang pemain band. Dan pasti kalian (yang suka menghina aku) pada gak yakin kan kalo aku dulu juga mempunyai band? Haha, kalian akan terpesona dengan ceritaku kali ini!
Alkisah -heleh- cerita ini diawali ketika aku masih duduk di bangku SMP. SMP 1 tepatnya.. SMP 1 di tempatku.. disana, sebagai seorang anak dengan intelligensi yang luar biasa (menurut klaim diri sendiri), aku, selain sekolah dengan rajin, juga mulai ikut-ikutan ekstrakurikuler. Berhubung saat itu aku juga sudah mengikuti kegiatan sepak bola di sekitar tempat tinggalku, maka di sekolah aku pun mengikuti ekstrakurikuler yang berhubungan dengan seni. Maka, perencanaan pun mulai aku lakukan...

Misi Pertama... mengikuti seleksi Regu Paduan Suara.

Misi ini sepertinya akan berjalan dengan lancar. Secara sedari lahir, aku memang sudah dikaruniai bakat yang luar biasa dalam olah vokal. Jadi, aku yakin pasti akan lolos dalam seleksi paduan suara ini...
          Hari yang ditunggu pun tiba. Kami untuk pertama kalinya deseleksi secara general dan menyeluruh untuk dicari suara-suara yang pas. Note : ini pas, bukan pals. So, aku yang sudah sering nyanyi dikamar mandi pun dengan pede menyanyikan lagu indonesia raya. Biar gak bingung, para pembaca coba bayangkan, dua ratusan anak dijajarkan di aula, dengan 10 Saf, dan diminta untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama sama. Sedangkan tim Juri, mereka tidak duduk, melainkan berjalan berputar mengeluarkan anak yang dinilai suaranya tidak memenuhi standar minimal untuk masuk dalam tim paduan suara sekolah kami.
          Terlihat, sudah beberapa anak dibarisan depan yang didekati sama tim juri dan dikeluarkan dari barisan. Ahaaa, selamat! Anda belum berhasil masuk dalam tim paduan suara sekolah ini! Suara pas-pasan aja kok mau bergaya ikutan tim paduan suara? Hahay, rasain kau! *kataku, tapi dalam hati... ya iyalah dalam hati.. kan posisi lagi menyanyi brooo!
          Kembali aku berkonsentrasi demi mendapatkan slot tempat dalam tim padus. Tim juri semakin beringas. Menggila dengan kesemena-mena-annya dan kesewenang-wenangannya dalam mengeluarkan anak-anak dengan potensi pas-pasan. Untung saja aku ada dibaris yang paling belakang, jadi masih bisa memasang strategi untuk mengeluarkan suara terindahku ketika jurinya mendekat..

Apakah yang terjadi selanjutnya? Bersambung dulu ya....

Wednesday, 21 October 2015

Selamat Ulang Tahun di 22 Oktober

Selamat malam para khalayak ramai. Tahu gak ini malam apa? Malam Kamis? Bener. Malam tanggal 21 dan besoknya tanggal 22? Bener. Para pembaca gak salah kok. Semua jawaban itu benar. Terus ngapain aku tanya-tanya masalah ginian? Gak penting banget kan? Hiks-hiks... buat kalian memang gak penting, tapi buatku, itu penting berrrooohhhhh! Apa sih? Apa sih? Apa sih? *mulai penasaran dengan pertanyaan diri sendiri.

Gini nih, besok kan memang tanggal 22 Oktober, bagi kalian memang gak penting. Sama seperti dengan sejarah bangsa ini yang gak ada peringatan sama sekali pada tiap tanggal 22 Oktober. Tapi itu hingga tahun kemarin, tahun 2014. Pada tahu gak kalo mulai tahun ini, setiap tanggal 22 Oktober diperingati sebagai hari santri nasional? Keren kan? Iya kan? Ini adalah tahun pertama sejak indonesia merdeka, ada peringatan untuk tanggal 22 Oktober.
*jadi, pertanyaan tadi tuh ternyata mau memberitahu kalo besok tanggal 22 Oktober itu adalah peringatan hari santri nasional? Bukaaaannn... bagiku yang penting bukan itu. Tapiii... ehem, gimana ya mau ngejelasinnya? Eeehhmmm..... gini, besok tuh ya, tanggal 22 Oktober, aku berulang tahun! Itu yang penting buatku. Jadi untuk merayakannya (Karena Ulang tahunku gak pernah dirayain, Cuma sering aja aku kasih tau ke temen-temen kalo aku ulang tahun sambil minta kado sama mereka.) aku membuat tulisan asal-asalan ini. Biar nanti bisa aku baca tepat di hari ulang tahunku. Yah setidaknya masih ada lah yang mau ngucapin selamat ulang tahun buat aku meski yang ngucapin selamat ulang tahun itu juga aku sendiri.
Emmm... ulang tahun kali ini terasa istimewa. Kenapa? Karena ini adalah untuk pertama kalinya aku berulang tahun dengan istri tercinta. Dan ini adalah ulang tahunku yang ke dua semenjak kepergian almarhumah ibuku pada april 2014 lalu. Tapii, sekali lagi ini adalah ulang tahun yang istimewa karena ya itu tadi, untuk pertama kalinya aku berulang tahun dengan istri tersayang. Lebih spesialnya lagi adalah, ulang tahun kali ini keluarga kecil kami dianugerahi dengan titipan yang indah dari Yang Maha Kuasa. Iya, kami juga tengah menantikan kelahiran sang buah hati kami yang pertama. So, jika memang doa orang yang berulang tahun diijabahi oleh Allah SWT, permintaanku hanya satu, Semoga Proses persalinan istriku nanti berjalan dengan lancar sehingga istri dan anakku sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT.
Permintaan lain? Emmmm.... kayaknya belum. Hanya itu saja untuk sementara. Nanti coba aku pikir-pikir lagi permintaan yang lain. Biar gak lupa, mau aku catat dulu. Jadi gampang nyebutinnya.
Yah, 22 Oktober merupakan hari kelahiranku. Bukan hari yang istimewa untuk kalian memang, tapi ini sangat penting buatku. Karena 29 tahun yang lalu, ibuku pasti berjuang sekuat tenaga agar aku bisa menghirup udara dunia ini dengan sehat, dengan tangis yang keras. Saat itu ibuku pasti juga tengah mempertaruhkan hidup dan matinya demi aku, dan mendampingiku hingga bisa berdiri tegak seperti saat ini. (semoga engkau selalu mendapatkan tempat terindah di Sisi Allah SWT.. jasamu tak akan pernah bisa aku balas, ibu..)
Untuk, pembaca, aku menagih hadiah dari kalian. Karena aku ulang tahun tauk! Hadiahnya adalah... berikanlah doa untuk kami sehingga keluarga kami selalu mendapatkan berkah dari Allah SWT, dilancarkan persalinan istriku nanti, dan juga dikaruniai anak yang sehat, sholeh, sholehah, berbakti pada orang tua, pintar mengaji, menabung, berguna untuk nusa dan bangsa. *pokoknya jangan jadi koruptor! Selain hadiah doa itu, aku juga gak nolak kok kalo diberi bingkisan. Suweerr, pasti akan aku terima dengan penuh cinta kasih dan kesetanan bingkisannya. Hekhekhek
Karena ini adalah ulang tahunku, sang armADA_11, yang dari dulu paling menyukai ADA Band dan mengklaim diri sebagai sang Kembaran Vokalis ADA Band, mas Donnie Sibaranie, kali ini aku mau share juga beberapa video koleksi pribadi yang aku ambil ketika ADA Band konser di kota ku. (Sepanjang hidupku yang kurang piknik ini, Konser ADA band ini menjadi satu-satunya Live Concert yang pernah aku tonton. Persetan dengan konser-konseran, gak minat! Ini aja aku dateng ngeliat konser karena ADA band yang manggung. Kalo bukan ADA Band ya persetan lahhhh. Hoorrraaa uurruuuusssss!!!), oke selamat menikmati lagu-lagunya ADA Band yang khusus untuk kalian..







Selain itu, hemmm... aku juga ada MP3 dari Evanescence yang berjudul october. Mungkin si Evanescence menciptakan ini karena mereka terinspirasi dari aku yang berulang tahun di bulan oktober kok ya? Aahh, pasti iya deh.
MP3 Nya bisa didunlud disini
Oke, akhir kata, selamat ulang tahun para khalayak ramai yang berulang tahun di bulan Oktober, selamat berulang tahun para pengunjung yang berulang tahun di tanggal 22 Oktober, dan selamat tahun untuk aku sendiri, armADA_11.

Tuesday, 18 August 2015

17 Agustus dan Karnaval

Setiap memasuki bulan agustus, semua warga negara (dan juga yang Cuma mengaku sebagai warga negara ) indonesia, pasti sibuk dengan kegiatan untuk menyambut kemerdekaan. Ini sangat wajar, karena memang sekarang hukumnya wajib bagi kita untuk ikut serta dalam setiap kegiatan yang dilakukan untuk memperingati kemerdekaan. Gak peduli tua, muda, besar, kecil, kaya, miskin, semua membaur menjadi satu dalam kemeriahan peringatan itu.

Persiapan Karnaval
Banyak kegiatan yang bisa dilakukan. Mulai lomba makan kerupuk, lomba balap karung, panjat pinang, sampai kegiatan yang sifatnya agak modern seperti “ndangdhutan” dan karnaval. Setiap warga negara juga berhak untuk ikut serta dalam kegiatan ini. Tidak ada pengecualian. Selain itu, setiap warga negara juga mempunyai hak untuk ikut kegiatan sesuai dengan yang dia bisa. Yang punya karung bisa ikut lomba balap karung, yang doyan makan kerupuk bisa ikut lomba makan kerupuk, yang hobi nyolongin mangga tetangga bisa ikutan lomba panjat pinang, yang hobi menyamar bisa ikutan karnaval dengan berdandan menjadi yang dia pengen, dan yang hobi ngintip bisa ikutan menjadi penonton saja dalam setiap lomba yang diadakan. –gak ada harapan sama sekali-
Sedari kecil aku juga sudah sangat berbakat dalam keaktifan mengikuti kegiatan menjelang Tujuhbelasan. Iya, di negaraku memang lebih terkenal istilah tujuhbelasan daripada 17 agustus. Temen-temen pembaca sudah tahu kan apa itu tujuhbelasan?? Jangan sampai kejadian konyol seperti ini berulang:
X : eh, ayo ikut tujuhbelasan yuk!
Y : ayok! Tapi ngomong-ngomong, tujuhbelasan itu hari apa ya??
X : itu, 17 agustus.
Y : iya, 17 Agustus itu tanggal berapa ya??
X : .....?????!!!!!XKXLJFJDEWDKM
Nah lho, parah kan?? Masak sebagai warga negara indonesia kita gak tahu 17 Agustus itu tanggal berapa?? Kalo gak tahu 17 agustus itu tanggal berapa, wajib dipiara dan dikandangin tuh orang. Masukkan dalam lemari kaca, dan beri tulisan gedhe-gedhe di kacanya dengan kata-kata “Manula”, -Manusia Langka-.
Sedari kecil, aku sudah terbiasa untuk berpartisipasi dalam setiap kegiatan tujuhbelasan. Yang paling sering sih sebagai peserta karnaval, dengan dandanan yang paling gak necis diantara temen-temen yang ikutan. Jika yang lain selalu berdandan dengan penuh keyakinan dalam setiap kegiatan karnaval, tidak demikian halnya dengan aku. Aku dandan menjadi sesuatu yang lumayan banget –lumayan buat digebukin-Yaitu, selalu sebagai atlit olah raga!! Sumpah, enak banget dandan sebagai atlit olah raga ini. Kita sama sekali gak perlu mengeluarkan modal. Karena, sewaktu SD dulu, untuk menjadi atlit olahraga dalam setiap kegiatan karnaval yang dilaksanakan, kita Cuma perlu menyiapkan kaos olah raga (yang dipakai sewaktu pelajaran olah raga), celana pendek (bisa celana olah raga, bisa juga celana sekolah yang berwarna merah atau putih), kaus kaki dan sepatu (keduanya juga dipakai setiap hari kalo lagi sekolah). Nah, selesai deh kita berdandan ala atlit olah raga. Kalo ingin lebih lengkap dikit, bisa bawa raket, bola, ato bed untuk bermain tenis meja itu. Dan Itupun juga hasil pinjeman dari sekolah..
Pakaian Adat, Selalu Dinanti para penonton..

Pakaian Adat 2..

Tentara Mataram

Namun konsekuensinya adalah, dengan dandanan yang sesederhana itu, jangan harap mata para penonton akan tertuju pada kita. Para penonton yang berjajar di pinggir jalan sepanjang jalur karnaval, pasti akan lebih tertarik untuk melihat para peserta yang berdandan dengan modal tinggi seperti mereka yang berdandan ala pakaian daerah, tentara, atau minimal berdandan yang beda dengan yang lainnya lah. Mereka akan berdecak kagum ketika rombongan peserta dengan pakaian adat daerah di indonesia (biasanya di tempatkan pada deretan paling depan dari rombongan karnaval). Mereka akan ternganga menikmati keindahan pakaian yang dikenakan oleh para peserta, sampai terkadang mereka berdecak kagum dibuatnya. Ketika semua rombongan yang bagus-bagus sudah lewat, dan tinggal rombongan yang menggunakan seragam atlit olah raga (biasanya ditempatkan dalam kelompok paling akhir), sebagian besar penonton hampir bisa dipastikan sudah pada bubar. Hanya tersisa sebagian penonton yang masih setia di pinggir jalan. Jangan menyimpulkan kalo mereka tetap disana karena ingin melihat rombongan kami, mereka tetap disana juga mungkin karena lagi shock melihat rombongan yang sangat biasa-biasa saja, sehingga saking shock nya, untuk bergerak saja mereka sudah malas.
Rombongan yang menjadi atlit olah raga, gimanapun menariknya tak akan mampu mengalahkan daya tarik dari mereka yang menggunakan pakaian adat yang bagus-bagus. Jangan harap para penonton akan menoleh pada kita. Kalopun mereka menoleh, pasti dengan gerakan yang tak akan selalu sama, yakni mengelus dada dan spontan mengucapkan “astaghfirullahhal adziiiimmm.... makhluk apa ini ya Allahh... kok ada ya makhluk hemaprodit seperti ini??!!!”.
Dandan Jadi Item -halah- selese kemah langsung gini...

Pemberani... berani selpi sama pocong -jangan dikomen itemnya, baru selese kemah yaaa...

Mungkin satu-satunya cara bagi kelompok yang berdandan menjadi atlit olahraga untuk mendapatkan perhatian para penonton adalah dengan cara selalu tersenyum. Bukan hanya tersenyum, itu pun harus diikuti dengan gerakan-gerakan bernyanyi keras-keras, berteriak-teriak kayak orang kesambet, berguling-guling di jalanan, kemudian buka baju satu persatu, berjoget-joget kekiri dan kekanan dan tak lupa tunjuk-tunjukin tititnya seperti orang gila yang agak waras namun kembali gila lagi setelah kehabisan obat. –jangan ditiru, adegan berbahaya-
Yah, kadang memang kita merasakan dunia ini tak adil. Namun tidak semuanya benar lho. Para peserta karnaval yang memakai baju bagus-bagus, berjalan anggun, pelan-pelan, dan selalu menjadi pusat perhatian para penonton tak selamanya enak. Ada satu waktu ketika para peserta dengan dandanan yang sangat biasa plus gak modal mendapatkan manfaat dari dandanannya. Yakni ketika hari mendung, dan mendadak turun hujan. Mereka yang berdandan sebagai atlit olahraga pasti dengan cepat bisa mencari tempat untuk berteduh, karena mereka tinggal berlari. Bahkan jika perlu, langsung saja berlari pulang. Sedangkan untuk mereka yang berdandan pakaian adat tadi harus minta bantuan orang lain untuk sekedar bisa berjalan cepat. Merka harus mencincing, minta digendong, atau bahkan nangis dulu dan berguling-guling ditengah jalan biar ditolong oleh orang lain biar bisa berteduh. Allah memang maha adil. Disatu sisi Dia memberikan keindahan bagi setiap mata memandang, tapi keindahan itu diwaktu tertentu tak berguna bagi penyandangnya, dan disisi lain Dia memberikan sesuatu yang biasa pada yang lain sehingga tak mampu menarik minat bagi yang melihatnya, namun, sesuatu yang biasa itu sungguh sangat bermanfaat ketika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. (mantap sekali kata-kataku ya.. hampir nyaingi Bapak Mario Teguh...)
Jadi kesimpulannya adalah, ketika menurut kita, sesuatu tersebut adalah baik, belum tentu hal itu baik, ketika menurut kita itu biasa saja, belum tentu tak ada manfaatnya. Karena Tuhan menciptakan segala sesuatu secara seimbang. Hal-hal yang baik, pasti mempunyai kekurangan, dan sesuatu yang kurang mempunyai pesona, pasti memiliki kelebihan masing-masing..
Back to the topic, -keminggris gayane-. Mungkin dulu, duluuuuuu sekali ketika aku masih menjadi siswa dari sekolah dasarku, para guru begitu sesak dadanya ketika melihat dandanan kami yang dari tahun ke tahun selalu begitu-begitu saja. Tidak kompetitif dan tidak ada perubahan yang signifikan terhadap peserta lain dalam karnaval yang diadakan. Mungkin para guruku dulu menahan-nahan diri untuk tidak memulangkan kami lebih cepat dalam karnaval karena pakaian yang kami kenakan sangat diluar batas kewajaran nalar manusia normal. –pakaian olah raga yang sangat biasa-biasa saja. Bahkan kadang sudah lusuh karena sering dipakai dirumah padahal tidak sedang berolah raga. Maklum lah pakaian multifungsi dan multiguna, selain dipakai untuk pelajaran olah raga, kaos itu pun juga dipakai di rumah untuk bermain, tidur, belajar, dan segalanya. Terkadang malah dipakai buat mandi segala. Jadi wajar lah kalau sampai lusuh gitu-.

Namun sepertinya kesabaran guru-guruku dulu, terbalas dalam era modern ini. Tau gak, karena dulu aku suka memakai pakaian yang biasa aja dalam kegiatan karnaval, maka.... Tuhan membalasnya dengan jalan yang serupa! Anak-anak disekolah yang saat ini aku mengabdi, ternyata juga hobi mengikuti karnaval dengan pakaian seadanyaaaaa.... memang, hidup itu penuh dengan keadilan, apa yang tidak terbalaskan dahulu, mungkin akan terbalaskan saat ini atau nanti.. jadi, selamat hari kemerdekaan ke 70 tahun indonesiaku, terima kasih para pejuang, terima kasih untuk para veteran, dan terima kasih Tuhan yang maha kuasa atas segala rahmat yang telah diberikan dalam memerdekakan negara kami. Salam Olah raga!! –agak nyambung kalo ini.
Anak-anak sekolahku... malah lebih bebas.. hikssss

yang penting kacamata...

Mulung juga ternyata.. hadeeehhh...

Saturday, 1 August 2015

Cara Mudah Mengatasi "Menerima BOS : Tidak" Dapodik 2015 v.4.0.0.

Tidak Menerima Dana BOS
Selamat sore teman-teman pembaca. Di sore yang cerah agak mendung dan dingin sunyi senyap cenderung panas ini (sumpah gak jelas banget maksud definisi cuacanya) sedikit ingin berbagi dengan teman-teman yang berkecimpung di dunia pendidikan, terutama yang mempunyai tugas sebagai operator sekolah. Bagaimana kabarnya? Sudah baik-baik sajakah anda disana? Sudahkah menginstal aplikasi dapodik versi terbaru? (halaaahhh, pertanyaane kok birokratik banget ya. Sok-sok an pake bahasa yang baik dan benar kuwii.. *kabuuurrr.. ntar pemilik blognya ngelempar sandal <<<ngayal menjadi orang lain yang lebih ganteng dari yang punya blog)
Bagi teman-teman operator yang sudah melakukan instalasi dapodik v.4.0.0 (Proses instalasinya bisa dilihat disini ), mungkin menemukan sedikit permasalahan. Selain permasalahan klasik yang seringkali terjadi (semisal mau instal dapodik tapi gak punya aplikasinya, atau bahkan mungkin mau instal dapodik, sudah punya installernya tapi ternyata belum mempunyai laptop karena laptopnya masih dipinjem tetangga atau guru lain), mungkin ada yang menemukan permasalahan lain setelah sukses melakukan proses instalasi. Salah satunya adalah dalam item menerima BOS, di aplikasi tertulis “tidak”. Memang sih sebenarnya ini merupakan permasalahan yang mudah untuk diatasi. Namun bagi yang belum mengerti (seperti aku yang sempet juga bingung karena hal ini), pasti akan membuat pikiran kita tidak tenang, sehingga melakukan apapun tidak tenang.. <<< ciri-ciri orang lebay.
Yap, jika mengalami permasalahan seperti ini sebenarnya cukup mudah kawan. Yang perlu dipastikan adalah, sekolah teman-teman termasuk sekolah yang menerima bantuan operasional (BOS) dari pemerintah. Kan ada juga tuh sekolah-sekolah yang memang tidak menerima bantuan BOS dari pemerintah. Jadi, cara ini tidak berlaku bagi sekolah tersebut. Untuk mengatasi permasalahan menerima BOS yang tertulis tidak, dapat diatasi dengan beberapa cara. Yang pertama adalah dengan refresh biasa (F5 *dalam beberapa merk dan seri laptop, refresh dengan Fn+F5), membersihkan data cache peramban yang dipergunakan untuk membuka aplikasi kemudian di refresh. Jika masih belum berhasil juga, maka permasalahan ada pada data aplikasi dapodik teman-teman.
Coba buka aplikasi dapodik teman-teman, masuk ke Tab “sekolah”, isi semua data disana, simpan, dan jangan lupa pada bagian bawah, pada tab “data periodik (ganjil 2015/2016)”, isikan semua datanya, kemudian simpan. Setelah itu lakukan refresh / reload, dan lihat hasilnya. Insya Allah di beranda dapodik teman-teman sudah tertulis “Menerima BOS : Ya”
Lengkapi Data Ini

Menerima BOS : iya

Oke, sekian dulu sharing dari aku untuk kali ini. Semoga membantu bagi yang bermasalah (asal bukan hidupnya saja yang bermasalah. Kalo ini sih jelas gak bisa membantu apa-apa walopun sudah direfresh sampe tombol refreshnya jebol). Semoga bermanfaat dan jangan lupa, selalu berolah raga! <<<gak nyambung lagi malah.

Thursday, 30 July 2015

Akhirnya Nikah Juga... (Nasehat Untuk Pembaca Yang Hendak Menikah)

          

Menikah merupakan impian bagi setiap manusia. Baik itu yang berjenis kelamin laki-laki, ataupun yang berkelamin perempuan. Namun itu juga dengan catatan, jika manusia tersebut normal dan tidak terikat dengan peraturan (misalnya dalam akeyajina tertentu seseorang tidak diperbolehkan untuk menikah). Begitu juga dengan aku, cowok ganteng yang selalu menggembar-gemborkan diri sebagai makhluk paling keren se angkasa raya. (kalo aku menyebut se bumi, se dunia, bakalan ada yang protes. Mending nyebut angkasa raya sajalah. Lebih aman untuk menjaga eksistensi kegantengan diri pribadi).


          Ya, aku pun menginginkan untuk menikah, dan alhamdulillahnya, aku sudah melakukan pernikahan pada tanggal 27 Maret 2015 kemarin. (mohon maaf ya bagi yang tidak mendapatkan undangan, karena pernikahan ini diadakan di luar negeri, eh, luar kota, jadi hanya yang dekat-dekat saja yang aku undang. Tapi kalo punya cita-cita ingin “nyumbang” ato “ngamplop”, dengan tangan terbuka dan hati gembira ria penuh keceriaan yang tertumpah ruah –halah- pasti akan aku terima... ^^). Iya, menikah merupakan sesuatu yang sangat banget. (opo toh iki? Maksudnya, sangat benget sesuatu, ato sesuatu banget?? Mbuhlah malah bingung!), seperti juga yang aku alami ketika itu. Ketika menikah (Tentunya dengan istriku tercinta Fevie Ariastana alias si Mpep –nama aslinya si Ve), aku juga harus melalui berbagai prosesi.
          Pasti banyak yang mengira prosesinya tidak lancar karena melihat tampangku yang belepotan dan gak meyakinkan ini kan? Anda salahhh! Untuk semua prosesi pernikahan, Alhamdulillah berjalan lancar, dan bisa kami lalui dengan baik. Semuanya bisa berjalan dengan maksimal dan memuaskan kecuali satu hal, yakni prosesi poto-poto! Hiiihhhh, agak kurang puas aku. Kenapa? Bukan karena EO nya yang menjadi masalah, tap wajahkuuuuuu!! Kenapa ketika dipoto, wajahku tidak bisa berubah menjadi ganteeennnggg? Gak bisa menjadi lebih keren? Seganteng Haruma Miura kek, Mahadirga Maranando Lasut Kek, ato kalo gak gitu mirip sama Doni ADA Band ato siapa gitu. Kok ya pas tak liat-liat di album poto wajahku Cuma itu-itu aja, gak berubah ganteng-gantengnya dikit ato gimana. Bikin sebel aja deh. Jiiaaaahhhhhhhhh.... Gubrak!! (catatan : dimanapun anda berada, yang namanya poto diri ya pasti wajahnya sama lah. Gak mungkin ketika dipoto anda berwajah sama seperti saya, tapi ketika dijepret menghasilkan wajah seperti Doni ADA Band. Secanggih-canggihnya kamera 360 saja masih gak bisa tuh merubah penampakan anda menjadi berwajah seperti Haruma Miura, kecuali anda memang mempunyai wajah yang mirip sama dia)


          Oke, kita lanjutkan. Sebagai seorang cowok yang sudah menikah dan menjadi suami dari seorang wanita (gak mungkin kan aku punya istri seorang cowok juga. Emangnya eluw pikir guwah cowok apapun? Haa? Sori ya, gini-gini guwah masih normal keleeessss..), tentunya gak ada masalah jika mencoba memberikan sedikit pengalaman dan nasehat bagi para pasangan yang hendak menikah. Berdasarkan pengalaman, fase-fase pernikahan nantinya dibagi menjadi 3, yaitu, Pra-Nikah, Me-Nikah, dan Pasca-Nikah. Dari ketiga tahap itu, tentunya mempunyai ciri-ciri dan keigiatan yang tersendiri.
1.     Pra-Nikah
Tahap ini adalah tahap menjelang pernikahan. Berisikan persiapan-persiapan menjelang pernikahan dilakukan. Biasanya yang dilakukan pada tahap ini adalah proses Hunting (berburu), seperti berburu Undangan, Berburu Bahan-bahan untuk pernikahan, berburu seserahan, berburu angsul-angsul, berburu katering, dan juga tak lupa berburu gedung atau tempat untuk menggelar acara pernikahan.
Selanjutnya yang termasuk tahap Pra-Nikah ini adalah proses preparing (persiapan). proses ini gak kalah ribetnya dengan proses hunting diatas. Dalam tahap preparing ini kita juga harus benar-benar jeli dengan apa yang kita konsepkan. Contohnya adalah persiapan kostum, denah tempat resepsi, penataan ruangan, dst. Sedangkan kami? Alhamdulillah kami banyak dibantu oleh keluarga (terutama keluarga mempelai istri, kami mendapatkan katering yang handal, dan mendapatkan gedung yang keren <<<resepsi kami digelar di Gedung Kodim Tuban, keren kan, nikahan dikawal dan dijaga sama para TNI di sekitaran tempat nikahannya? Hahay, hayo pengen kaannnn??)



2.    Me-Nikah
Tahap ini jelas, merupakan hari H nya dari prosesi yang kita jalankan. Mulai dari proses berangkat dari rumah, proses ijab kabul, sungkeman, sampe proses penyelenggaraan resepsi pernikahan juga. Kekuatan fisik disini sangat diperlukan, mengingat betapa padatnya kegiatan yang harus dijalankan ketika proses persikahan ini. Tak lupa, persiapkan mental juga untuk momen yang sangat penting dalam hidup ini.
3.    Pasca-Nikah
Setelah melalui 2 tahap diatas, maka tahap ketiga ini yang harus dilalui. Ada yang mengatakan, dalam suatu pernikahan, kehidupan setelah menikahlah yang paling penting. Karena semuanya akan menjadi baru lagi, mulai dari awal lagi. Beda dengan tahap sebelumnya yang relatif singkat, maka tahap setelah pernikahan inilah yang yang harus dijalani sepanjang usia. Mereka yang menikah dituntut untuk siap dalam segala hal. Siap untuk berbagi, siap untuk melihat keanehan pasangan (ini nih yang seru, dulu ketika masa sebelum menikah kan biasanya pasangan sering malu-malu kambing dan menunjukkan yang baik-baiknya saja, tapi setelah menikah, beeuuuhhh.... semuanya akan terbongkar! Yang ngorok akan ketahuan, yang suka kentut akan keliatan, yang suka ngupil juga akan semakin jelas. Jadi persiapkanlah dirimu kawaaann!!). selain siap diatas, kita juga dituntut untuk siap untuk gregetan (maaf ya dek bojo, sering membuatmu gregetan.. piiisss V), siap untuk marah, siap untuk ngambek, dan siap untuk semuuuuaaannnyyyaaa, termasuk siap secara mental dan ekonomi. <<<< penting!




Oke itulah beberapa masukan dari aku selaku orang keren disini yang juga sudah menikah, ketahuilah, bahwa sesungguhnya pernikahan itu adalah menyatukan dua individu yang berbeda (beda pandangan, beda pemikiran, hingga pastinya beda jenis kelamin), dan sesungguhnya menikah bukan melulu menyatukan persepsi 2 individu yang memiliki banyak kecocokan (apalagi kalo cocok jenis kelaminnya... lol ), akan lebih indah jika perbedaan itu menjadi satu, sehingga hidup lebih berwarna dan terasa seru.



          Selain hal-hal diatas, yang gak kalah penting untuk kalian para mempelai yang hendak melakukan pernikahan adalah,..... JANGAN LUPA HAFALIN RUTE MENUJU RUMAH PASANGAN KAMU!. Jangan sampe kejadian kayak aku terjadi pada kalian. Gara-gara gak hafal rute menuju rumahnya bapak ibu mertua, 2 x rombongan kami kesasar!! Parah baget kan?? Itu bukan hanya dalam 1 waktu, tapi dalam 2 momen yang sangat penting dalam hidupku. Pas lamaran, dan pas pagi hari menjelang pernikahan (Hari H brooooooooo). Sebabnya sih sama, gara-gara aku gak hafal sama rutenya (dari kecil emang gak bisa hafalin jalan kok. Jadi jangan salahkan bunda mengandung, tapi salahkanlah mereka yang membuat sarung... *loohhh, apa hubungannya?)
          Kejadian pertama tentang “kesesatan” kami (bahasa indonesia dari “kesasaran” kami adalah “kesesatan” kali ya?) terjadi ketika hendak melakukan proses lamaran. Kami ber rombongan (hanya berisi bapak, pembicara dan sodara-sodara saja, tentunya sama aku juga toh. Yang lamaran kan aku, masak aku gak ikutan?), awalnya biasa-biasa saja. Tapi ketika memasuki kota, tiba-tiba bulek bertanya....
          “iki lewat ngendi ad?” *lewat mana ad?
          “aku lali eq bulek..” *aku lupa eq bulek
          “hahahaha, arep lamaran kok lali..” *hahaha, mau lamaran kok lupa... <<< suaranya embah, menganggap aku bercanda kali yak?
          “iki lewat ngendi dadine?” *lewat mana jadinya? <<<bulek bertanya lagi.
          “Lali Lek aku...” *lupa lek aku <<<jawabku dengan polos.
“Mosok lali?” *masak lupa?
“iya Bulek, seriusss lali aku dalane lewat ngendi” *iya bulek, serius lupa aku jalannya lewat mana.
Tiba-tiba mobil berhenti.
          “kayake kita kesasar ya ini??” Kata Pak Sopir.
Hening....
Suasana dalam mobil menjadi hening....
Sunyi...
Senyap....
Dan tiba-tiba kurasakan udara dalam mobil sewaan murah meriah itu menjadi panas dan bergemuruh dengan suara-suara seisi mobil gara-gara aku lupa rute rumah calon mertuaku...
          “emang aku becanda apa? Aku lupa beneran tauukkk” *batinku. Pada heboh kagak eluuuwww sekarang??? Hahahay, rasaaiiiinnnnnn...
          Hari itu, acara lamaran pun telat gara-gara kesasarnya rombongan kami. Namun akhirnya kami bisa sampai juga kerumah mertua. (itupun juga kami dipandu dan dijemput sama mas Adam <<<suaminya mbak Dian, mbaknya istri..)




          Kejadian kedua malah lebih menegangkan lagi, tepat di hari akad nikah, yang diselenggarakan pukul 8 pagi, mobil pak Juri dan Bu Munfaatun (terima kasih yang setinggi-tingginya untuk pak Juri dan Bu Munfaatun untuk semua fasilitas, semua bantuan, dan semua hal yang anda berdua berikan untuk kelancaran pernikahan kami... matur suwun pak, bu..), mengalami kesesatan lagi. Penyebabnya? Pastilah tahu. Lagi-lagi aku lupa rute mana yang harus ditempuh untuk sampai ke rumahnya mertua! Gila gak aku? Di hari sepenting tiu, malah membuat rombonganku tersesat tak tentu arah! Jam sudah menunjukkan pukul 07.50, berarti 10 Menit lagi akad nikah dimulai! Dan aku? Masih tersesat....
          Akhirnya dengan seingat-ingatku, mobil yang dikendalikan pak Juri menerobos gang-gang kecil di daerah Tuban, sampai akhirnya, di kejauhan, aku melihat seonggok oase pelepas dahaga yang berwujud “Risweni” (Riswan dan Eni). *perlu diketahui, ketika aku menikah, aku ingin riswan, sahabatku menyaksikan akad nikahku, dan juga menjadi bagian dari prosesi pernikahan yang aku jalani. Bukan kenapa, tapi dia sudah seperti keluarga bagi kami. Ketika ibuku wafat dengan sangat tiba-tiba, dia tanpa memperdulikan pekerjaan yang menjadi bebannya langsung meluncur kerumah, menempuh jarak berkilometer untuk memberikan penghormatan terakhir, menginap dirumah, dan menangis terisak didepan jenazahnya ibu. Dari itulah bapak kemudian berpesan, ketika nanti kita diberikan kebahagiaan, Riswan harus ikut merasakan kebahagiaan itu.
          Kembali ke cerita, oase itu adalah Riswan dan Eny yang sudah menunggu di jalan masuk menuju rumah mertua. Dan itu berarti, kami hampir sampai! Segera saja aku beritahukan pak juri untuk membawa kami kesana, dan alhamdulillah, kesesatan kami akhirnya berakhir. Pasti para pembaca mengira, kami sampai disana tepat waktu kayak di pilem-pilem. Gitu kan? Salahhh... ini bukan pilem brooohhhhh, ini kenyataan. Kami sampai ke tempat akad nikah jam 08. 15 an... jadi telaattt. Tapi untungnya pak Naibnya gak ilang, jadi segera prosesi akad nikah dilaksanakan, dan ketika terdengar kata “saaaaaahhh”, legalah hatiku merasakannya. Alhamdulillah... 27 Maret 2015, pukul 08. Lebih mboh piro, akhirnya aku resmi menjadi suami dari seorang wanita bernama Fevi Ariastana..... *senyum-senyum.

Nb. Terima Kasih Untuk semua keluarga besar Bapak Ibu Mertua di Tuban.
Bapak dan almarhumah ibu di surga, keluarga Pak lek, Bu lek, Pak Dhe, Bu Dhe, dan semua teman-teman yang sudah membantu kami dalam mempersiapkan juga melaksanakan pernikahan ini. Bagi yang belum menikah, persiapkan diri sebaik-baiknya... bravo Timnas PSSI! <<gak nyambung.


Friday, 13 February 2015

Sejarah Valentine (Ternyata dari Budaya Indonesia!!)

ini Valentine??
Masuk bulan februari... hemm.. bagi orang-orang yang berjiwa muda, pasti menunggu moment yang tanggal 14 itu kan?? Yang katanya sih namanya hari valentine, hari buat ungkapin perasaannya kepada kekasih ato gebetan?? Nah, pada tau gak sebenarnya valentine itu darimana?? Dari italia? Jerman? Eropa? Inggris? Ato dari amerika sana?? Salah saudara-saudara! Bukan itu jawabannya.
Menurut penelitian tentang budaya valentine baru-baru ini, para ahli memperoleh hasil yang sangat mencengangkan tentang asal-usul dari budaya valentine itu. Banyak pihak yang menyatakan bahwa valentine berasal dari kebudayaan barat. Namun ternyata salah. Karena hasil dari penelitian terbaru menyatakan bahwa valentine merupakan budaya asli dari bangssa indonesia, khususnya budaya jawa. Nah lhoo?? Pada penasaran kan ceritanya gimana kok sampai gitu?? Iya, begini nih ceritanya...
Pada zaman dahulu kala, di sebuah daerah di jawa (Daerahnya tentu saja disamarkan tepatnya). Hiduplah sebuah keluarga yang terdiri dari Bapak, ibu, anak dan seorang paman. Mereka hidup dengan sangat bahagia dan saling berbagi satu sama lain. Lalu apa hubungannya dengan hari valentine?? Tunggu dulu doonngg! Ceritanya kan belum selesai...
Lanjut....
Nah, pada suatu hari, si paman ini ingin melakukan perjalanan ke kota. Maka pada hari yang telah ditentukan (waktu itu bertepatan dengan bulan februari tanggal 14), sang paman lalu menjalankan niatnya untuk pergi ke tempat yang dia rencanakan. Belum sempat berjalan jauh, sang keponakan tahu jika pamannya pergi dan berencana untuk ikut sang paman. Dengan tergopoh-gopoh, sang keponakan segera mempersiapkan segala kebutuhannya dan berlari mengejar sang paman. Sepanjang perjalanan, dia memanggil-manggil sang paman. Dia berteriak-teriak “Paklek enteni, paklek enteni...” (paman tunggu, paman tunggu)... begitu terus sepanjang jalan sehingga orang-orang di sepanjang jalan juga mengucapkan itu. Nah, dari kalimat “paklek enteni, paklek enteni” itulah lambat laun berubah menjadi “palekenten” dan seiring dengan perjalanan zaman orang-orang mengucapkannya dengan “palenten”. Nah, ketika orang-orang eropa datang menjajah bangsa indonesia, mereka kesulitan untuk mengucapkan “palenten”, sehingga di keren kan menjadi “valentine” dan diperingati setiap tanggal 14 Bulan Februari diseluruh dunia... begitu ceritanya... bagaimana?? Masuk akal kan?? Ini hasil penelitianku sendiri lhooo.... *koplak banget ya! *timpuk bata!

Oya, perlu di ingat, sebagai umat islam, gak usahlah kita ikut-ikutan budaya yang gak jelas seperti itu. Toh, valentine itu juga aslinya budaya kita sendiri kok. Gak perlu deh ikutan kayak gitu. tiap hari islam mengajarkan untuk berkasih sayang kok. bukan hanya pada waktu-waktu tertentu..

Sunday, 16 November 2014

Salatiga, Aku Kembali!! Acara Operator se Jawa Tengah...

Sudah berapa lama ya aku gak mampir ke blog ini? Hemmm... memang sepertinya sudah lama aku gak kesini... gara-gara apa coba? Gara-gara semakin gila!! Haha..
          Hemmm.. ini nih, mau cerita-cerita tentang kegiatanku bulan ini. Kemarin, awal bulan, aku dan temen-temen utusan dari Kabupaten Rembang mendapatkan suatu kehormatan untuk mengikuti pelatihan operator se jawa tengah. Hahay... ternyata, ditempatkan di daerah Salib Putih, Kopeng, Kota Salatiga. Bagiku, Salatiga tentunya sudah tidak asing lagi. Karena ketika masih SMA dulu, aku juga pernah kesana ketika mengikuti latihan kepemimpinan dan manajemen OSIS se jawa tengah juga. Cuma bedanya, tahun 2004 dulu, kami ditempatkan di yayasan Bina Dharma daerah Sidorejo, dan sekarang, tahun 2014 (tepat 10 tahun), kami ditempatkan di Pondok Remaja Salib Putih Kopeng Kota Salatiga.
          Bedanya lagi, dulu aku kesana bersama dengan anak-anak usia SMA (ya iyalaaaahhhhh, kan memang itu acara buat anak-anak SMA. Masak aki-aki mau ikutan?), sekarang aku kesana dengan teman-teman operator. Dan yang paling membedakan adalah, fasilitas yang kami terima. Jika 10 tahun lalu kami datang dan ditempatkan di pondok seadanya, untuk tahun ini, hemmmm.... kamar setara hotel brooooo.... haha. Jadi pengen nginep yang lama ini...
          Pas disana malah jadi keinget temen-temen seangkatan dulu di LKM OSIS jawa tengah 2014. Ada Alfian Andi Nugroho, Galih Rino Saputro, Moch. Afief, Lukman Septiawan (dari Jepara bro.. tapi sekamar dengan kami), Tomy El Fian, Reza “Rere” Gema Hartami, Anindityas Putri Handayani, Warda Rachma Dina, bang Prast (Elly Prasetyo Utomo), dan juga temen-temen lain dari negara antah berantah sana yang gak ingat satu per satu.
          Untuk, tahun ini, aku kembali ke salatiga dengan teman-teman seperjuangan, motor para operator di kabupaten Rembang. Seperti Pak Muhadi Raharja, Pak Chasanun, Pak Anam, Mas Toni, Mas Ma’ruf, kak Ukis Muklis Gombal Amoh, Mas Safiik, Mas Ulik (curhatnya paling merana karena para operator didaerahnya katanya sih tidak mendapatkan dukungan), mas Arif, Mas Doni Maivantoga, Mas Tony, Mbak Wulan Bunder, Mbak Anita Herlina, dan juga Mas Dadik Wahyu (makasih untuk sarapannya pak broo... hehehe).

          Hemmm... seru banget. Sangat menyenangkan bisa bertemu para operator hebat seperti kalian... mohon bimbingannya ya... dan, ini nih, kegiatan kami. Dari jepretan poto teman-teman...
mampir ngopi dulu brooo....

rokokan dulu...

melas....

mendayu-dayu...

mengharu biru....

spot 1, bagian tengah hotel...

salib....

jembatan sky way...

kamar sebelah...

taman salib...

spot 2...

sesi 1...

sesi 2...

sesi 3...

sesi 4...

mas toni dan mas ulik lagi kopi brik...

dari rembang....

narsis dulu....

taman depan...

si makrup ini....

mas ulik....

ukis... mana ukiiiisssss....

mbak anita dan mbak wulan....

ruang sesi...

sesi dinas pendidikan prov....

masih....

view dari kamar....

pak muhadi dan ukis....

pager kamar 1

pager kamar 207...

view dari dinning room...

view dinning room...

kopi brik....

kak ukis, mas ulik, aku, makrup, mas doni....

kak ukis, pak dhe safiik, mas ulik, aku, makrup, mas doni...

kota nan jauh dimata...

gunung....

view timur...

view timur 2

antri sangu....

antri sangu...

makaaaannnn.....

mas toni makaaannnnn

view timur....

view selatan...

mas ulik, mas toni, aku...

meringis....

pak muhadi, aku, mas ulik, makrup...

meeeee........

narsis dewe-dewe....


kak ukisss....

Brand Ambassador Tas Merek Dapodik... hahahaha




the last jepretan...

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...