Showing posts with label sehari-hari. Show all posts
Showing posts with label sehari-hari. Show all posts

Monday, 24 July 2017

Eksistensi Diri... Mereka Memang Ada...


Sudah sedari kecil sepertinya aku mempunyai penyakit susah tidur karena ketakutan akan sesuatu secara berlebihan. Jadi bagiku, suatu hal yang sangat menyenangkan atau bahkan cenderung suatu kemewahan jika aku bisa mendapati diriku bisa tidur dengan nyenyak. Karena selain susah tidur, saat tertidur pun seringkali aku terbangun dengan tiba-tiba tanpa alasan yang jelas. Beberapa tahun ini juga sepertinya begitu. Aku sering merasakan ngantuk, tapi ketika dipakai untuk rebahan, sangat sulit untuk memejamkan mata dan tertidur pulas. Apalagi saat awal-awal hendak tidur. Sangat sulit untuk bisa terlelap, malah bahkan saat mencoba tertidur aku terhentak dengan tiba-tiba dan terjaga kembali tanpa tahu apa penyebabnya. Aku masih ingat ketika kecil, semalaman aku gak bisa tidur gara-gara nonton acara tipi dan disana ada adegan seekor hantu yang muncul dari balik jendela. (aslinya hantu itu didefinisikan sebagai seekor, sebuah sebutir, sebiji atau sebatang ya). Alhasil, malam itu, aku kepikiran terus dan gak bisa tidur gara-gara mantengin jendela yang ada didinding utara kamarku. Takut jika embak-embak yang aku lihat di tipi tadi tiba-tiba muncul dan nyengir dijendela kamarku sembari melambai-lambaikan tangan layaknya seorang penumpang yang sedang mencoba memberhentikan sebuah bus. Mataku melotot semalaman dan Ketakutan tingkat tinggi malam itu tak terbendung sampai akhirnya aku baru bisa tertidur menjelang pagi. Alhasil, sulit mataku untuk terbangun di pagi harinya, dan bisa ditebak, berangkat sekolah pun menjadi terlambat.
Yang aku tahu, sedari kecil aku sudah mengalami ketakutan yang sangat berlebihan terhadap sesuatu. Iya, ketakutan kepada hantu seperti yang sudah aku ceritakan diatas! Paling tidak sudah 4 atau 5 kali aku harus berurusan dengan yang namanya hantu. Belum lagi yang gangguan-gangguan kecil ketika sedang melakukan kegiatan perkemahan. Mulai dari jubah-jubah yang berseliweran sekilas-sekilas, sampe fenomena eksisnya penghuni-penghuni lokasi perkemahan yang kami tempati. Dan tahu gak, yang menjadi fans beratku adalah Abang genderuwo (biasa aku panggil dengan nama bang wowo) yang seringkali dengan teganya dia gangguin anak kecil yang imut, manis, ganteng dan juga keren seperti aku. Setiap kali aku menceritakan pengalaman-pengalamanku tentang si Abang ini, seringkali istriku merasa ketakutan. Tapi, bukan aku namanya kalo lihat istriku ketakutan tentang cerita hantu, terus aku berhenti cerita. Kadang malah aku godain dek bojo dengan cerita-ceritaku ini. Hihihihihi... *pernah suatu kali, sebelum tidur, aku cerita tentang salah satu pengalamanku. Hasilnya, malah aku sendiri yang gak bisa tidur nyenyak. Tiap kali mau ke kamar mandi, dek Bojo bangunin aku dan suruh nganterin ke kamar mandi. Ibarat senjata makan tuan buatku ya... haha..

Aku bukanlah seorang yang dikaruniai indera ke enam oleh Sang Maha Kuasa, tapi, gak tau kenapa aku bisa begitu paranoid dan ketakutan ketika merasakan sesuatu yang aku sendiri gak tau wujudnya. Tiba-tiba saja jika ke suatu tempat aku merasakan hal-hal aneh dan membuat bulu kuduk merinding... (ini bulu kuduk, bukan bulu ketek lho ya...). gak peduli tempat itu rame, ato sepi, terkadang tiba-tiba saja suasana menjadi aneh dan perasaan menjadi gak enak. Mungkin saja disekitar sana ada petugas penagih hutang ya? Sampe perasaan gak enak gitu. Bukannn, bukannn... ini tentang perasaan yang gak tenang karena sesuatu yang tidak bisa aku jelaskan.
Mungkin pengalaman yang paling menyebalkan buatku (dan mungkin juga paling menyeramkan) adalah ketika aku dan sahabatku yang bernama Ris pindah dari kos yang lama buat ngontrak rumah bareng teman-teman yang lain. Seingatku kami saat itu ber 7. ada Erix, Slamet, Aryo, Imam, Amin, Ris dan aku. Dan masih aku ingat juga ketika itu adalah malam jumat dan bertepatan dengan bulan Ramadhan. Setelah dirasa selesai dalam membereskan kosan lama, aku, Ris dan Aryo bergegas untuk boyongan ke kontrakan yang baru. Disana teman-teman yang lain juga baru saja tiba dan segera beberes karena hari yang mulai beranjak senja agar tidak telat dalam berbuka puasa.
Kontrakan yang kami tempati tidaklah terlalu besar. Hanya ada 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, dapur (tepatnya ruang kosong yang kami fungsikan untuk dapur) dan juga ruang depan yang seringkali kami gunakan untuk tidur secara berjamaah. Mebelair? Jelas saja kosong. Tipi? Kosong juga. Pertama kali tiba disana, keadaan kontrakan kami sangat kotor. Karena menurut yang empunya, sudah lebih dari 5 tahun bangunan yang kami kontrak itu hanya digunakan sebagai gudang. Jadi sangat wajar jika keadaan tidak terurus dan sangat berdebu. Meski begitu, kami (tentunya gak termasuk aku) berusaha keras untuk “melayakkan” bangunan tersebut agar bisa ditempati oleh makhluk yang bernama manusia.
Benar saja, kami belum selesai membersihkan seluruh ruangan ketika adzan maghrib berkumandang. Dengan hidangan seadanya, kami melakukan buka puasa pertama di kontrakan itu. Skip, selesai berbuka, kami sholat maghrib dan dilanjutkan kembali dengan acara bersih-bersih yang belum selesai itu. Kegiatan itu kami lakukan hingga kurang lebih pukul sembilan malam. Jangan tanya kami sholat tarawih atau gak pada malam itu. Ya jelas saja gak tarawih laaahhh... (*jangan ditiru)
Selepas bersih-bersih diri, kami bercengkerama di ruang depan. Tanpa tipi, tanpa hiburan dan tanpa apapun selain kami. Satu jam, dua jam, satu persatu dari kami terlelap mengarungi mimpi yang semoga saja gak ada yang indah. Sedangkan aku, sama seperti kebiasaan yang sudah-sudah, aku gak bisa tidur jika berada di suasana baru atau merasakan perasaan yang aneh. Aku terus terjaga hingga beberapa lama sembari berharap semoga saja semuanya baik-baik saja dan gak ada abang wowo yang tiba-tiba nongol. Jika saja bang wowo sampe nongol saat itu, mungkin bakalan kami gebukin rame-rame. Itung-itung sebagai balas dendam karena selama ini sudah sering ngagetin aku dalam beberapa kesempatan.
Abang Wowo
Aku lihat jam di layar HP bututku sudah menunjukkan jam sebelas lebih sekian menit. Tapi mataku seolah ada yang mengganjal untuk tak terpejam. Sementara teman-temanku sudah saling berpacu dalam tidurnya meninggalkan suara dengkur yang salaing bersahutan seperti orkestra kurang modal. Aku pandangi wajah temanku satu persatu, lalu kupandangi pula posisi mereka tertidur. Fix, mereka seperti ikan pindang! Jejer sana jejer sini. Gak ada bedanya sama ikan pindang di dalam kuali yang sering dijual oleh embah-embah bertato naga indosiar di pasar.
Waktu sudah menunjukkan hampir tengah malam. Seuasana semakin sepi dan aktifitas mengaji/tadarrus yang dilakukan setiap malam bulan Ramadhan bun sudah beberapa jam tadi berakhir. Meski suasana semakin sepi, namun  mataku sama sekali tak mau terpejam. Perasaanku semakin tak menentu apalagi perlahan namun pasti, hasrat ingin pipis mulai muncul menggodaku untuk ke kamar mandi.
Kamar mandi dikontrakan kami berada di bagian belakang. Tepatnya diujung bangunan paling belakang. Sedangkan aku saat itu ada di ruang depan, dan untuk kesana harus melewati lorong kecil yang terlihat semakin mencekam dengan cahaya lampu bohlam yang sudah redup. Njiirrr..... aku benar-benar tak berani melakukannya! Oh Tuhaaannnn... tolong akuuuu! Hidupkanlah (eh, bangunkanlah!) salah satu temanku dan buatlah dia ingin pipis jugaaaa!. Namun harapanku tidak terkabul. Hingga beberapa saat kemudian, tak ada temanku yang terbangun dan tampaknya rasa lelah yang menghinggapi mereka mengalahkan segalanya.
Penderitaanku tak berakhir disitu. Tengah malam (entah kurang entah lebih, bodo amat) aku mendapat sambutan selamat datang dari para penghuni sebelum kami. Ctek.. zeengggggggg....... tiba-tiba saja pompa air (lak gak reti yo iku lho sanyo) menyala. Ctek... selang beberapa waktu kemudian pompa air itu mati kembali. Aku yang dari awal sudah ketakutan semakin ketakutan lagi dengan kejadian barusan. Aku yakinkan diri, memastikan apakah aku masih terjaga ataukah sudah tertidur dan barusan hanya mimpi. Sayang sekali, ternyata aku masih terjaga! Berarti apa yang aku alami benar-benar nyata! Selang beberapa waktu kemudian, kejadian itu berulang lagi. Ctek.... zeeennnggggrrrrr.... pompa air di kamar mandi menyala sendiri, disusul kemudian mati lagi dengan sendirinya. Aku lihat teman-temanku tampaknya tak ada satupun yang terbangun atau terganggu karena kejadian ini. Mereka masih saja tertidur dengan pulasnya tanpa mengerti bagaimana keadaanku saat itu. Aku, sedang dalam penderitaan kawan-kawaaaannn! Pliiissssss.... bangunlah salah satu dari kaliaannnn! Aku yang sedang ketakutan ditambah lagi harus menahan rasa pipis, hanya bisa meringkuk berpura-pura tertidur (tepatnya memaksakan diri untuk tidur) sembari berharap kejadian ini akan segera berakhir. Dan kurang ajarnya mereka, aku kebagian tempat untuk meringkuk di bagian paling pinggir yang berhadapan langsung dengan lorong yang tembus dengan kamar mandi! Seumpama makhluk itu membuka pintu yang menghubungkan antara kamar mandi dan lorong itu, tentulah dia langsung bisa melihatku yang tengah berjuang untuk tetap keren dalam situasi yang mereka ciptakan itu.
Akan tetapi sayangnya doaku tidak terkabul. Teman-teman tak ada satupun yang terbangun dan juga... mati-hidupnya pompa air itu berlangsung hingga menjelang tarkhim!. Coba bayangkan, 3 jam lebih aku harus menahan rasa takut yang amat sangat seperti itu.. lalu kenapa aku tak coba saja untuk kekamar mandi dan setidaknya “ngintipin” si pembuat ulah? Boro-boro ngintipin. denger suara pompa air hidup mati sendiri aja jantung udah mau brenti berdetak. Kalo nekat ngintipin bisa-bisa ini jantung brenti mendadak dan temen-temen sekontrakan bisa-bisa menemukan aku tergeletak tanpa nafas. Kan gak lucu? Ada cowok keren yang tergeletak tak berdaya karena takut dengan hantu. Bisa ditertawakan seluruh kampus nanti. Bagaimanapun, gengsi haruslah paling tinggi tempatnya dan lebih penting daripada keselamatan jiwa. Hwahwahwa. Lagian juga itu setan ngapain juga keluar dan gangguin aku di bulan puasa? Katanya setan-setan dikurung kalo bulan puasa? Lha ini kok ya masih ada yang berkeliaran? Bodo amat dah. Aku sudah 2 kali mendapati ada setan yang gangguin aku saat bulan puasa. Yang pertama ketika masih SMP kelas 3, di malam hari setelah terawih. Dan siapa lagi setannya kalo bukan Bang Wowo yang selalu buntutin aku dengan setianya.
Menjelang tarkhim, fenomena nyala-mati-nyala-mati si pompa air berakhir sudah. Dan satu demi satu teman-temanku yang tadi tertidur mulai bangun. Ketika mendapati aku meringkuk dengan kondisi mengenaskan -halah- maksudnya meringkuk seperti sedang tertidur, mereka pun membangunkanku untuk bersama-sama mencari menu sahur di daerah sekitar kontrakan. Dengan semangat berapi-api aku iya-kan ajakan itu. Lah? Daripada jadi menu sahur makhluk-makhluk tak kasat mata di kontrakan kami, mending aku keluar dulu aja mencari keramaian. Nanti kalo tu makhluk masih aja gangguin, biar digebukin rame-rame sama warga setempat. Dan kalo hal itu terjadi, aku akan berada di barisan paling depan buat melampiaskan dendam kesumat yang sudah mencapai ubun-ubun ini!
Dan malam pertamaku di kontrakan itu pun berakhir dengan penuh kesan karena sambutan hangat dan ulah para penghuni kontrakan sebelum kami. Aku tak menceritakan kejadian itu kepada siapapun, bahkan kepada Ris sekalipun. Sebuah malam pertama yang akan selalu aku ingat sampai kapanpun. Dimana aku harus merasakan ketakutan yang... ah sudahlah... dan harus menahan pipis untuk waktu yang lama (aku akhirnya pipis di masjid deket tempat ibu-ibu penjual menu sahur. Karena akan lebih berbahaya bagi kredibilitas kekerenanku jika aku pipis di kamar mandi kontrakan. Gak lucu kan jika aku pipis dikontrakan lalu tiba-tiba aku menghilang diculik oleh makhluk tak kasat mata itu?). apa kata dunia jika seorang cowok keren menjadi korban penculikan dengan terdakwa makhluk astral tak kasat mata? Mau kemana juga teman-temanku harus melaporkan kejadian tersebut? Dukun? *mikir.....

Pasti pada mikir kan, siapa pelaku pencetat-cetet saklar pompa air alias sanyo malam itu? Nah, ini jawabannya. Jawaban ini aku dapat beberapa hari setelah kejadian. Sudah aku sebutkan diatas jika salah satu teman kontrakanku bernama Amien (nama kerennya Amien Chan, tapi nama aslinya Supramin alias Suparmin). Ini anak seringkali jiwanya kosong dan tersusupi oleh makhluk-makhluk astral yang mampir untuk mencoba tubuhnya. (dengan kata lain, ni anak sering banget kesurupan. Mulai dari pagi, siang, sore, malem, bahkan tengah malam sekalipun. Bahkan dia kesurupannya aneh-aneh terus. Mulai dari kesurupan kakek-kakek, nenek-nenek, anak-anak, bahkan sempat pula kesurupan hantu bencong yang dulunya sering mangkal di pantai Boom Tuban sana. Gak keren banget kan? Lebih gak keren lagi ketika dia kesurupan di Pantai Sowan. Cuma gara-gara apa coba? Cuma gara-gara waktu kegiatan PMI, dia nginjek batang kering dari salah satu pohon di pantai Sowan sana. Kayaknya itu hanyalah alesan yang dibuat oleh penunggu daerah sana untuk ngerjain si Amin ini deh... lagian juga setan penyurupnya kok ya bikin alesan gak masuk akal banget gitu.. kayak alesan yang di -ada-ada-in..). meski begitu, Amin ini diberikan kelebihan oleh Sang maha Pencipta berupa penglihatan mata batin yang kadang bisa terbuka dan tertutup sekehendaknya. (bahkan kadang gak dia hendaki). Menurut si Amin ini, kontrakan kami dihuni oleh 3 makhluk yang -menurutnya baik hati karena sering ngajak dia ngbrol dan memperlihatkan diri padanya-. Mereka adalah seorang nenek tua dan 2 orang cucunya yang masih usia dibawah 10 tahun. Mereka seringkali bermain di ruang depan kontrakan kami. Bahkan ketika tidur di malam pertama pun Amin tahu jika si nenek ada disana dan mengawasi kami yang sedang tertidur (kecuali aku). Lalu siapa yang mainin saklar pompa air saat itu? Itu adalah cucu si nenek yang memang dengan sengaja berbuat seperti itu untuk memberitahukan kepada kami bahwa kami tidaklah sendiri di rumah itu....
Nenek....

Monday, 21 March 2016

Aku Calon Bintang Besar yang Gak Jadi Bintang... (Chapter 1 : Niat)


Selamat berhari ini para pembaca yang budiman. Bagaimanakah kabar anda semua? Baik-baik sajakah? Ataukah kurang baik? Ataukah tiga perempat baik? Atau mungkin setengah baik? Atau sepersekian baiknya? *maaf, ngelantur. Sebenernya lagi gak pengen ngelantur, tapi memang dasarnya selalu ngelantur kalo nulis ya jadinya ngelantur. Mohon maaf buat yang tidak berkenan, mohon maafkan aku, dan jika masih ada yang belum berkenan memaafkan, mohon dilampiaskan saja pada tetangga atau temen-temenku yang tidak tahu apa-apa.. *ndeehhh?? Maksudte piye iki?
Begini, aku sengaja bikin poetingan ini karena selama beberapa waktu kepikiran terus tentang salah satu bakatku yang sudah lama terpendam. Jika dulu pembaca disini aku cekokin dengan kisah hebatku ketika bermain sepakbola (Hingga pembaca disini mual-mual dan ada beberapa yang muntah-muntah... :berbusa: ), kali ini aku akan membuka sisi lainku yang memang sangat penuh dengan potensi. Masih bingung? Bentar-bentar, aku jabarin sedikit pokok permasalahannya..
Sejatinya, aku yang dikenal di dunia persilatan sebagai salah satu musuh dragon ball ini.... *skip... gak jadi! Ngaco nih orang nulisnya...
Sebenerya... *ini nih yang mulai bener hawa-hawanya... sebenernya, aku yang dulu bukanlah yang sekarang.... *skip lagi! Malah tambah ngaco nih orang.. ente niat nulis cerita kagak sih kong? *teriak Mael, musuh utama dalam mitologi hercules dan tugas yang tak terselesaikan.. apa perlu aku bakar menyan dulu biar kamu gak ngaco kayak gini? *teriak tukim yang sebenernya adalah monster Sukomon..
Skip...
Kosong....
Yap kita mulai lagi, gak usah deh kita bahas si Mael dan tukim yang sebenernya merupakan makhluk absurd (tepatnya astral) yang seringkali muncul dalam cerita-ceritaku dulu...
Temen-temenku yang sekarang tahunya aku hanyalah seorang blogger kelas teri yang tidak bisa apa-apa dan belum mampu menghasilkan apa-apa. Sebagian kecil juga tahu jika aku dulunya adalah pemain sepakbola yang selalu gagal dan tidak pernah diajak berlatih tanding melawan tim manapun (bahkan termasuk melawan tim para wanita, waria atau anak kecil sekalipun, atau malah yang parah, tim ecek-ecek juga aku gak diajak main) meski selalu menjadi orang pertama yang hadir dalam latihan... nah, mungkin saat ini mungkin adalah waktu yang paling tepat untuk membuka rahasiaku yang dulu. Dimana aku memang selalu menjadi anak yang diciptakan Tuhan dengan penuh bakat dan multitalenta...
Aku bersyukur docoptakan Tuhan sebgai makhluk yang penuh dengan potensi, dan lengkap dengan segala talenta. Termasuk... potensiku untuk bermain band.. *gila lu broo? Situ bisa maen Band? Bukannya situ alergi kalo ketemu sama senar gitar gara-gara pernah terjerat di leher? Ini band beneran kan? Bukan band anak-anak? Atau band kasidahan yang anggotanya ibu-ibu pengajian? Ini pasti band sejenis marawis kan?
Stop! Stoooppppp!!! Kalian jangan menjudge aku dengan hal-hal aneh seperti itu kenapa sih? Sebelum kalian tahu dengan kejadian yang sebenarnya!
Skip...
Lanjut lagi ya ceritanya. Abaikan mereka yang selalu saja meremehkan kemampuanku seperti itu...
Iya, seperti telah aku cerutakan secara sekilas di atas tadi, bahwa sebenernya aku juga mempunyai talenta sebagai seorang seniman. Tepatnya sebagai seorang pemain band. Dan pasti kalian (yang suka menghina aku) pada gak yakin kan kalo aku dulu juga mempunyai band? Haha, kalian akan terpesona dengan ceritaku kali ini!
Alkisah -heleh- cerita ini diawali ketika aku masih duduk di bangku SMP. SMP 1 tepatnya.. SMP 1 di tempatku.. disana, sebagai seorang anak dengan intelligensi yang luar biasa (menurut klaim diri sendiri), aku, selain sekolah dengan rajin, juga mulai ikut-ikutan ekstrakurikuler. Berhubung saat itu aku juga sudah mengikuti kegiatan sepak bola di sekitar tempat tinggalku, maka di sekolah aku pun mengikuti ekstrakurikuler yang berhubungan dengan seni. Maka, perencanaan pun mulai aku lakukan...

Misi Pertama... mengikuti seleksi Regu Paduan Suara.

Misi ini sepertinya akan berjalan dengan lancar. Secara sedari lahir, aku memang sudah dikaruniai bakat yang luar biasa dalam olah vokal. Jadi, aku yakin pasti akan lolos dalam seleksi paduan suara ini...
          Hari yang ditunggu pun tiba. Kami untuk pertama kalinya deseleksi secara general dan menyeluruh untuk dicari suara-suara yang pas. Note : ini pas, bukan pals. So, aku yang sudah sering nyanyi dikamar mandi pun dengan pede menyanyikan lagu indonesia raya. Biar gak bingung, para pembaca coba bayangkan, dua ratusan anak dijajarkan di aula, dengan 10 Saf, dan diminta untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama sama. Sedangkan tim Juri, mereka tidak duduk, melainkan berjalan berputar mengeluarkan anak yang dinilai suaranya tidak memenuhi standar minimal untuk masuk dalam tim paduan suara sekolah kami.
          Terlihat, sudah beberapa anak dibarisan depan yang didekati sama tim juri dan dikeluarkan dari barisan. Ahaaa, selamat! Anda belum berhasil masuk dalam tim paduan suara sekolah ini! Suara pas-pasan aja kok mau bergaya ikutan tim paduan suara? Hahay, rasain kau! *kataku, tapi dalam hati... ya iyalah dalam hati.. kan posisi lagi menyanyi brooo!
          Kembali aku berkonsentrasi demi mendapatkan slot tempat dalam tim padus. Tim juri semakin beringas. Menggila dengan kesemena-mena-annya dan kesewenang-wenangannya dalam mengeluarkan anak-anak dengan potensi pas-pasan. Untung saja aku ada dibaris yang paling belakang, jadi masih bisa memasang strategi untuk mengeluarkan suara terindahku ketika jurinya mendekat..

Apakah yang terjadi selanjutnya? Bersambung dulu ya....

Saturday, 2 January 2016

Istri Lebih Kuat Dari Seorang Suami

Selamat sore para makelar. Bagaimana hari-harimu pada hari ini? Apakah sudah mendapatkan meklaran yang menghasilkan? Ataukah belum? Berusaha sajalah semampunya. Bekerja keraslah selalu agar nanti bisa mendapatkan hasil yang maksimal dan bisa dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga (bagi yang sudah berrumah tangga), atau bagi anak dan istri (tentunya yang sudah mempunyai istri. Ingat, istri sendiri lho ya, jangan istri tetangga apalagi istri-istri an yang seringkali didapatkan Cuma dengan main klaim. Kalo situ merasa cowok, nikahilah wanita yang mau menjadi istrimu. Jangan nikahi mereka yang tidak mau menjadi istrimu seperti contohnya istrinya tetangga, istrinya orang lain, kakekmu, kakeknya orang lain atau malah bahkan cowok-cowok lain. :berbusa:)
Terlepas dari salam bagi para makelar diatas, sebenernya tidak ada hubungannya dengan apa yang ingin aku tulis dalamcoretan kali ini. Jangankan mengangkat makelar yang penuh dengan liku-liku dan kehidupan kerasnya yang penuh dengan misteri, buat ngangkat tentang jualan yang caranya terang-terangan aja aku masih belum bisa maksimal. Jadi mohon maaf untuk para makelar, kali ini anda hanya aku jadikan salam saja tanpa ada pembahasan sama sekali tentang dunia permakelaran yang anda jalani. Jadi maaf sekali lagi untuk anda para makelar ataupun yang mempunyai jiwa makelar atau bahkan mengembangkan diri dalam dunia permakelaran dalam proses permakelarisasi (halah mbulet!)
Sengaja kali ini aku membuat trit ini sebagai sebuah tulisan untuk istri tercinta yang sedang mengandung anak kami yang pertama. Kenapa? Karena dia adalah wanita yang tangguh. Sakit yang dia rasakan selalu ditahan sendiri. (Bukankah itu biasa?) iya sih memang bagi beberapa wanita itu merupakan hal yang biasa. Tapi, yang luar biasa adalah, dia menahan sakit yang sering muncul karena si adek bayi yang sering aktif setiap waktu tanpa ada aku! Itulah hebatnya dia! Coba bayangkan.... (ayo mulai bayangin ya. Ingat bayangkan sesuai dengan narasi dan skenario yang aku tuliskan. Jangan bayangin yang bukan-bukan. Bayangin saja yang iya-iya. Dan ingat juga, jangan bayangin yang porno-porno! Dasar otak mesum!)
Sejak kehamilan bulan ke 3 (Bahkan mungkin kurang) dia harus menjalani kehidupannya tanpa aku disampingnya. Bukannya apa-apa, tapi memang karena pekerjaan yang harus memaksa kami untuk berpisah sementara waktu. Dia harus aku titipkan untuk sementara di rumah mertua di luar kota (karena aku merasa lebih tenang jika istriku berada ditempat yang tepat. Karena apa? Karena di keluargaku, aku sudah tidak mempunyai ibu lagi. Sehingga tidak ada yang bisa diajak untuk curhat masalah kewanitaan. Mau curhat sama bapak? Jelas gak mungkin. Curhat sama aku? Malah gak nyambung bellasss dan yang ada tuh nanti malah dia semakin stress kalo curhat sama aku. Curhatnya apa, solusinya apa, tanyanya apa, jawabnya bagaimana. Gak pernah nyambung... Pisss)
Gak Cuma sampai disitu, semua persiapan yeng menyangkut tentang adek bayi nanti, semua dia yang urus. Aku gak pernah tahu apa saja yang harus dipersiapkan ketika kehamilan, ketika menjelang kelahiran hingga setelah melahirkan. Tapi, tau gak, kemarin, bulan ke 7 setelah mitoni (7 bulanan), ketika aku balik ke rumah mertua, semua pernak-pernik bayi sudah dia persiapkan tanpa ada perkecualian. Ranjang bayi, selimut bayi, baju-baju bayi, popok, minyak-minyak sampai angsul-angsul (itu lho yang diberikan kepada mereka yang tilik bayi) semuanya sudah siap. Tentunya aku dengan pikiranku yang terbatas ini gak akan mampu berpikir sampai sejauh itu. Bagaimana? Hebat kan istriku si calon ibu yang keren itu??
*ini masih dalam bayangan teman-teman ya... ketika pekerjaanku mendapatkan jatah libur 2 minggu, ternyata waktu libur pun aku tidak bisa menemui dan menemani istriku serta calon anakku secara maksimal. Dari 14 hari yang disediakan, aku hanya bisa menemaninya selama 3 hari terakhir saja. Benar-benar suami yang tidak bisa dicontoh dan jangan pernah mencontoh ya. Jadi bayangin aja bagaimana beratnya menjadi istri yang harus menahan keanehan yang dimiliki oleh suaminya. (baca = keanehanku yang begitu mendalam dan tersebar dalam setiap detak nafas yang menggebu. Halah.)
Apa sih yang diharapkan oleh seorang calon ayah dalam menantikan kelahiran anak pertamanya? Meskipun aku termasuk calon ayah yang sangat aneh (bahkan multi aneh karena memang sudah aneh dari sononya), tapi aku juga bisa berpikir dengan normal jika nantinya menginginkan anakku terlahir dengan normal, sehat ibu dan bayinya, tidak kurang suatu apapun, dan tentunya cerdas luar biasa baik dalam ilmu agama ataupun sains. Seperti hari ini, seharian aku merasakan kebahagiaan yang sangat ketika mengetahui hasil tes laboratorium yang dijalani istri. (ketika usia kehamilan memasuki usia tua, memang kita dianjurkan untuk melakukan tes laboratorium untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan nantinya). Seharian ini kami muter-muter kota tuban untuk melakukan tes laborat. Bukan hanya di satu laborat saja, namun langsung di dua laboratorium sekaligus.
Yang pertama kami melakukan pemeriksaan di “Viva”. (ini rekomendasi dari dokter keluarga. Biaya dari tes ini di cover oleh BPJS. Terlepas dari polemik yang terjadi, tapi setidaknya kami merasakan dampak positif dari adanya BPJS ini. Terima kasih untuk BPJS untuk gratisannya.... *tiap bulan mbayar wooeeeyyy!!). hasil tes dari tempat ini bisa kita langsung terima dalam waktu 30 menit. Jadi bisa ditunggu hasilnya ditempat.
Selesai dari Viva, kami langsung memutar ke “Populer” untuk melakukan tes yang ke 2. Tes ini kami lakukan dengan mandiri, tidak tercover oleh BPJS. Meski harus keluar biaya tambahan untuk tes ini, namun tak apa-apa dong. Kan buat anak dan istri sendiri. Namun sayangnya tes disini memerlukan waktu yang agak lama. Kami masuk kesana sekitar pukul 11 siang dan baru dapat kami ambil hasil tesnya pada pukul 15.00. tak apalah kita bisa pulang dulu dan beristirahat.
Sebenernya ada rasa cemas dengan hasil yang akan kami terima dari populer. Kami kawatir akan terjadi ah, apalah itu. Ah mbuh ah.... dan syukurlah, ketika kami menerima hasil tes dari 2 klinik yang mengadakan tes itu, alhamdulillah semuanya dalam keadaan normal. Baik ibu dan bayinya. Senangnya hatiku... lega. Tentu saja. Ayah mana yang tak lega ketika mendengar keadaan istri dan anaknya sehat tak kurang suatu apapun tanpa ada hal yang perlu dikawatirkan?

Ahhh, cerita ini membuktikan bahwa istriku memang seorang jagoan yang sangat handal. Bisa mengatasi berbagai rintangan yang selalu saja menghadang. Dan satu lagi, seorang istri belum tentu di alebih lemah daripada suami. Camkan itu anak muda!

Cara Mengupdate Dapodik Yang Sudah Expired

Selamat petang para operator!
          Setelah kemarin kita melakukan pendataan peserta ujian nasional secara online, sekarang kita bersiap lagi untuk memasuki tahap baru dalam pendataan. Yakni... pandataan semester 2 via dapodik! Pasti sudah bersiap semua kan teman-teman operator?
          Wait, wait, tunggu bentar! Ada yang janggal nih! Buka dapodik kok sudah expired? Sudah gak bisa dibuka lagi! Lalu bagaimana dong dengan pendataan semester selanjutnya? Waaaa... help meeee! Kembalikan dapodikku seperti sedia kalaaaa!! Tiiiddaaaaakkkkkkk!!! Stop, stop, stooppp! Jangan lebay gitu deh. Plis dong ah..
          Oke kita cari solusi pemecahan permasalahannya. Memang benar aplikasi dapodik yang telat update nya akan mengalami notifikasi expired. Jika aplikasi sudah expired, maka tidak akan dapat dipakai untuk melakukan pendataan lagi. Karena semua fiturnya sudah ter lock. Lalu bagaimana cara mengantisipasi dan menormalkan kembali dapodiknya?
Pilih Yang Updater
          Sebenarnya cara menormalkan kembali aplikasi dapodik yang expired ini relatif mudah. Kita cukup mengupdate-nya. Bukankah update dapodik sekarang melalui menu pengaturan dan chek pembaruan? Yap betul! Tapi itu bagi aplikasi yang belum mengalami expired. Kalau sudah expired bagaimana? Cukup dengan masuk ke sini. Dan unduh yang updater nya. (ingat, cukup updater yang didownload, kita tak perlu mendownload installernya) dan tunggu hingga terdownload hingga tuntas.
Instal Updaternya
          Setelah terdownload, silahkan di instal (klik kanan, run as administrator) dan biarkan terinstal hingga selesai. Langkah selanjutnya adalah buka dapodik, dan login seperti biasa. Jika masih ada notifikasi aplikasi masih expired, tekan f5 atau fn+f5, atau reload atau refresh (Jenis dan merk laptop juga mempengaruhi tombol apa yang harus dipencet). Dan lihat hasilnya.... insya Allah jika cara yang teman-teman lakukan berjalan dengan lancar, maka aplikasi dapodik sudah dapat digunakan dengan normal dan sudah terupdate dengan versi terbaru.
Nikmati Tampilannya Dalam versi 4.0.3
          Oke cukup sekian untuk kali ini. Lain kali kita bahas yang lain lagi. Capek nulisnya...

Monday, 12 October 2015

Mengajar Adalah Sebuah Permainan Strategi

Selamat Datang Di Oktoberku
Selamat apapun para khalayak ramai. Sore ini pengen cerita-cerita gak penting lagi di blog yang juga gak penting ini. Tentang pekerjaan. Iya pekerjaan ini lho. Pekerjaan sebagai pendidik dan tenaga kependidikan. Bukan mengeluh, karena itu bukanlah tipikalku yang suka mengeluh. Bukan sambat karena memang bukan tipikalku juga buat sambat, tapi ini hanya sekedar berbagi biar seluruh dunia pada tahu tentang hal ini. (Dunia aja gak tahu kalo aku punya blog kayak gini. Apalagi tahu tentang tulisanku ini? Abstrak banget kan?) asudalah... senulis-nulisnya sajalah...
Begini, waktu-waktu ini, aku kembali mendapatkan tugas baru yang sebenarnya bukan bener-bener baru. (Bingung? Gak usah! Aku juga bingung kok. Jadi biar aku aja yang bingung, situ gak usah pada bingung. Habis-habisin stok orang bingung aja). Setelah sekian lama berkutat dengan pekerjaan sebagai guru mata pelajaran Bahasa Inggris merangkap semuanya di sekolah (Mulai tukang parkir, tukang kebon, sampai tukang sampah semuanya aku yang rangkep), aku awal bulan kemarin mendapatkan tugas baru sebagai Wali Kelas. Iya, tau gak, aku dapat tugas baru sebagai wali kelas lagi, karena wali kelas sebelumnya pindah tugas / mutasi ke Daerah Kota sana, yang lebih dekat dengan kediaman beliau. Jadi, kelas yang beliau tinggalkan diserahkan ke aku. Meski sudah pernah merasakan pengalaman menjadi guru kelas beberapa waktu yang lalu, tapi sekarang terasa lebih istimewa. Karena praktis, ini akan menjadi pengalaman pertama yang bukan pertama untuk mendampingi kelas tinggi. (dulunya sih kelas rendah-rendah dan berhenti ditengah jalan karena difokuskan di pekerjaan lain yang dianggap lebih urgen –alasan saja. Cukup dibaca tak perlu dipahami).
Awalnya aku berfikir apakah aku mampu? Apakah aku sanggup? Apakah aku bisa? Mampukah aku tanpamu? –heleh, malah tekan ngendi-ngendi iki. Karena selama beberapa tahun ini, aku hanya disekolah beberapa jam saja dan sering keluar dari sekolah karena ada acara yang gak jelas meski itu masalah kedinasan –keluyuran tepatnya-. Kurasakan memang berat, mengendalikan sejumlah siswa yang memiliki karakter berbeda-beda. Tapi aku sadar, ini adalah sebuah tantangan. Ini adalah sebuah managerial challenge! Kita dituntut untuk bisa mengatur, mengolah, memasak, dan juga memainkan puzzle yang terdiri dari puluhan anak-anak dikelas untuk mencapai tujuan yang diinginkan, yakni keberhasilan dalam mencapai standar kelulusan minimal. Bukankah itu merupakan sesuatu yang sangat menyenangkan? Kita selayaknya bermain dalam sebuah permainan strategi yang sangat mengasyikkan, dimana kita menjadi pengatur, peracik, sosok yang bermain dibelakangnya. Sangat mengasyikkan bukan?
Ini menjadi sebuah tantangan yang mengasyikkan bagiku (dan harusnya juga bagi jutaan guru kelas diluaran sana). Kita bisa mengolah, menggodok, memainkan puzzle dengan strategi berbeda untuk mencapai sebuah kejayaan. Dan ini rasanya, sama seperti ketika aku bermain game Football Manager! Olahan strategi yang pas, taktik yang jitu, akan menghasilkan sebuah keberhasilan dan juga kegemilangan di kemudian hari! Dan sekali lagi, ketika berhadapan dengan para peserta didik dikelas, itu sama dengan yang aku rasakan ketika menainkan salah satu game favoritku, football manager! Pada tahu kan game itu? Kalo gak tahu dengan game football manager, baiknya aku katakan “selama ini kamu hidup  di planet mana berrohh??”. Game ini sudah sangat melegenda, mulai dari jaman championship manager yang pemainnya Cuma bulet-bulet, hingga bertransformasi menjadi Football Manager yang sudah 3D. Dan, sejak pertama kali memainkannya pada tahun 2008 (CD nya Championship Manager Boleh Dipinjemin dari Patria), hingga yang FM-2015 ini, dengan setia aku masih memainkannya. Sebuah kepuasan tersendiri jika kita bisa mengolah tim yang biasa saja menjadi tim yang disegani. Dan, dari dulu, satu-satunya tim yang aku latih adalah, Timnas Indonesia! Gak ada tim lain. Prestasi terbesarku adalah ketika pada FM-2012, aku bisa memenangkan AFF Cup Sebanyak 6 kali, sekali masuk semifinal Piala Asia dan sekali memenangkan Piala Asia, lolos Piala Dunia 2018, dan di Peringkat FIFA bisa menduduki peringkat tertinggi 40 an dunia dan menjadi ke dua di Asia setelah Iran. (waktu aku cerita sama dek bojo tentang persamaan antara ngajar kelas dengan game football manager, jawabannya cuma 1 "analogine kok anehhhhh"... hekhek, maaph dek bojo, memang dalam pikiranku yang cethek ini langsung kepikiran tentang dua hal ini. mengajar kelas = strategi = football manager. hekhekhek)
Dan kemarin, baru beberapa waktu kemarin berganti main di FM-2015, sudah bisa membawa timnas Indonesia menjuarai Piala AFF 2 kali, membawa Indonesia melaju ke Babak Final Kualifikasi Piala Dunia, meski harus menduduki Posisi Ke 4 karena kalah bersaing dengan Qatar, Korea Selatan, Oman, Dan China. Tapi setidaknya, sudah bisa mengalahkan tim favorit Australia dan Yaman. Dan hingga saat ini, dari Semula Indonesia Berperingkat FIFA 157, sekarang sudah bisa naik menjadi berperingkat 74 Dunia -meski akhirnya turun lagi-. Melihat keberhasilanku mengolah tim indonesia yang biasa-biasa saja menjadi luar biasa seperti itu, satu pertanyaan besar dibenakku, mengapa pemerintah Indonesia ataupun PSSI tidak mengangkatku sebagai pekatih timnas mereka? Kurang apa lagi pembuktian yang harus aku lakukan? Tidakkah mereka melihat prestasiku sebagai pelatih yang sangat luar biadab ini? Jadi, pesan untuk petinggi organisasi PSSI ataupun Jajaran pengurus timnas, jika ingin prestasi timnas indonesia terangkat dan disegani dunia, segera hubungi saia. Hwahahahahahaahah
Pencapaian Sebagai Pelatih Timnas

Trophy dan Graph Rangking Timnas

Skip, kembali ke pembahasan masalah guru kelas. Memang menjadi seorang pendidik adalah sebuah tugas yang berat. Namun jika kita mampu memahaminya sebagai sebuah tantangan yang menyenangkan selayaknya kita bermain permainan yang menjadi kegemaran kita, maka hal itu tidak akan terasa berat lagi. Ini yang beneran aku rasakan.
Mengajar merupakan sebuah permainan, permainan strategi tepatnya. Kita dituntut untuk bisa menghasilkan keluaran / output yang berkualitas, dengan strategi jitu yang kita terapkan. Jika metode, cara, ataupun strategi yang kita pergunakan tidak menemukan hasil yang bagus dan bahkan cenderung sudah usang, kita harus menemukan taktik dan strategi terbaru untuk diracik dan diterapkan pada anak asuh kita.  Kita dituntut untuk membuat dan menerapkan strategi agar anak didik kita tidak bosan, mempunyai kedekatan dengan guru (hoooeeee, ini tahun berapa? Sudah gak jaman lagi kalo ada siswa yang gak mempunyai kedekatan dengan gurunya. Apalagi kalo ada siswa yang ketakutan banget kalo sama gurunya. Beeeehhhh... itu ajaran tahun berapa? Siswa harus dekat dengan guru, tapi tetao mempunyai rasa hormat pada guru, jadiiii... proses belajar mengajar akan lebih terasa menyenangkan. Jika siswa sudah merasa nyaman dan menyenangkan sewaktu proses belajar mengajar, dan strategi penyampaian guru juga sudah sesuai –sekali lagi, taktik dan strategi yang tepat sangat diperlukan-, maka prestasi siswa akan terjamin peningkatannya..)
Yups, bagi para guru, berjuanglah demi masa depan siswa dan juga masa depen negara ini. Kita anggap saja ini adalah sebuah permainan yang membutuhkan pemecahan permasalahan, sebuah tantangan bagi kita, dan sebuah game. Game strategi! Jika kita menganggap otu sebagai suatu yang menyenangkan, maka, kita tidak akan merasa keberatan atau terbebani dengan yang diamanatkan pada kita.

Oke para penggemar, sekian dulu. Hati-hati dijalan dan hati-hati dalam menyeberang jalan... thathaaaaaaaaa...

Saturday, 5 September 2015

Download Form Pengisian data e-PUPNS

Halaman Depan PUPNS
Haduuuhh.. ternyata beberapa daerah masih belum membuka proses untuk registrasi ataupun log in ke e-PUPNS. Masih bingung? Sudah menyiapkan berkasnya yang setumpuk banyak itu? Takut nanti berkasnya kocar-kacir karena banyak tugas selain pendataan ini yang harus dilakukan? Tenang saja, sembari menunggu, tak ada salahnya jika kita meminta mereka yang butuh bantuan kita untuk menuliskannya di form ini. Jadi tidak perlu berkas yang setumpuk, cukup dengan menggunakan form ini, bisa kita perringkas kerjaan dengan berkas yang banyak itu. Kesulitan? Bagi operator, ini mungkin lebih meringankan bebannya. Karena apa? Karena format ini silahkan meminta isian dari para pengguna jasa kita, dengan kata lain, minta di isikan sendiri oleh mereka. Nanti kita tinggal mengentry kannya ke aplikasi secara online sembari menunggu pembukaan server untuk daerah-daerah tertentu. Ukurannya? Tenang, hanya 34 kb. Sangat irit bagi pengguna internet berkuota. Bagi yang berminat, silahkan didownload melalui link dibawah ini melalui mediafire.

Thursday, 27 August 2015

Bahasa Indonesia Dalam Film Minion

Udah tahu yang namanya minion kan? Yang ada di film depiscable me itu lho. Makhluk kecil kuning lucu dan imut-imut yang konyol dan bertingkah aneh namun jenius. Nah, di tahun ini, minion-minion yang menjadi temannya Gru, mempunyai film sendiri. Judulnya? Sama aja, minions. Namun bukan masalah filmnya yang mau aku angkat dalam postingan kali ini. Tapi tentang bahasa yang digunakan oleh minion.
          Berawal dari film depiscable me 1 tahun 2010 yang lalu, samar-samar terdengar bahasa yang familiar di telinga ketika para minion berbicara. Mirip seperti bahasa indonesia, tapi tidak begitu jelas. Begitupun juga dengan di film despicable me 2 yang bisa keita temukan beberapa kosakata familiar di telinga kita sebagai orang indonesia. Nah, di filmnya sendiri (Minions), kita bisa semakin jelas mendengarkan bahasa yang dipakai oleh para minion itu. Dulu aku aberfikir kalo ada bahasa indonesia yang terselip di film despicable me (kalopun bukan bahasa indonesia, ya mirip-miriplah dengan bahasa indonesia), tapi masih ragu sih. Apa mungkin film laris yang digemari anak-anak didunia itu menggunakan bahasa indonesia sebagai bahasa para minions? Semuanya masih menjadi tanda tanya hingga akhirnya film minions ini rilis.
          Setelah ubek-ubek beberapa web (termasuk web pembuat film ini), akhirnya semua terjawab sudah. Sang sutradara Pierre Coffin, ternyata memang memasukkan bahsa indonesia sebagai salah satu bahasa para minions. Menurut pengakuannya sih, si Pierre masih mempunyai darah turunan indonesia dari moyangnya. (tuh, bule aja mau ngakuin kalo dia keturunan indonesia dengan bangga, yang orang indonesia asli kok malah malu ngakuin dirinya sebagai bangsa indonesia?). Bahasa minions sendiri terdiri dari campuran berbagai bahasa di dunia, yaitu bahasa Inggris, Spanyol, Italia, Yunani dan Indonesia. Jadi di web resminya memang diakui kalo bahasa indonesia menjadi salah satu bahasanya minions. Sebelum kita bahas tentang Bahasa Indonesia di film, kita kuak sedikit tentang Film ini ya.
          Dalam film ini, kita akan diajak untuk berpetualang bersama para minion sebelum bertemu dengan Gru (Ini bisa dikatakan merupakan Prekuel dari film Despicable me 1 dan 2. Seperti halnya film The Hobbit yang merupakan Prekuel film the Lord of The Rings). Kita juga akan diajak berkenalan dengan bos-bos yang dilayani oleh para minions sebelum gru. Seperti T-Rex, Napoleon, Dewa Anubis, dan Scarlett Overkill. Diceritakan di awal film, para minions sudah ada di bumi ini sejak jaman Dinosaurus. Saat tiba di daratan, para minion bertemu dengan T-Rex, dan memanggilnya Boss. Minion juga mengikuti kemanapun T-Rex pergi. Dan tahu tidak, sebenarnya para minion lah yang ada dibalik kepunahan dinosaurus dimuka bumi ini. Setelah kepunahan T-Rex, para minion mencari Bos baru dan akhirnya bertemu dengan Firaun di mesir (minion juga punya andil dalam pembangunan piramida lhoo), hingga dracula. Namun semuanya berakhir dengan kematian para majikan karena ulah para minion yang lucu dan ibarat tak punya dosa itu.
          Nah, sekarang, kita buktikan momen-momen dimana Minion menggunakan bahasa Indonesia.
-      Saat stuart, Bob, dan Kevin Sedang mencari mobil tumpangan ke Orlando (Ikutan cara dari seorang kakek-kakek petualang yang keren), mereka mengucapkan “Kemari” Untuk memanggil minion lainnya. *apakah dia juga mengatakan “stop pak” sesaat setelah adegan ini??
Kemari...
Stop Pak...
-      Ketika para minion mencari pakaian untuk dikenakan, salah satu minion mengucapkan “masih kurangkah?”
Masih Kurangkah?
-      Ketika para minion melihat Foto Ratu Elizabeth, mereka berkata “Paduka Raja”
Paduka Raja (Ketauan kalo donlod bajakan. bahasanya Korea. wekwekwek)
-      Saat ratu elizabeth memberikan hadiah pada minion karena berhasil mengalahkan scarlett Overkill, Bob mengucapkan “Terima Kasih” berulang-ulang atas hadiah yang diterimanya. (Ini Jelas banget deh..)
Terima Kasih...
-      Saat stuart mendapatkan hadiah berupa gitar listrik, ia mengucapkan “Ukulele / Okulele” yang merupakan salah satu alat musik tradisional dari Indonesia.
Okulele...

Sebenarnya masih ada banyak kata yang bisa kita temukan dalam film ini. Biar lebih seru, cari aja deh filmnya. Ini saja sudah ada kok yang versi web dl. Lumayan lah walau bukan kualitas bluray, tapi setidaknya sudah bukan kualitas cam ato hdts...

Tuesday, 18 August 2015

17 Agustus dan Karnaval

Setiap memasuki bulan agustus, semua warga negara (dan juga yang Cuma mengaku sebagai warga negara ) indonesia, pasti sibuk dengan kegiatan untuk menyambut kemerdekaan. Ini sangat wajar, karena memang sekarang hukumnya wajib bagi kita untuk ikut serta dalam setiap kegiatan yang dilakukan untuk memperingati kemerdekaan. Gak peduli tua, muda, besar, kecil, kaya, miskin, semua membaur menjadi satu dalam kemeriahan peringatan itu.

Persiapan Karnaval
Banyak kegiatan yang bisa dilakukan. Mulai lomba makan kerupuk, lomba balap karung, panjat pinang, sampai kegiatan yang sifatnya agak modern seperti “ndangdhutan” dan karnaval. Setiap warga negara juga berhak untuk ikut serta dalam kegiatan ini. Tidak ada pengecualian. Selain itu, setiap warga negara juga mempunyai hak untuk ikut kegiatan sesuai dengan yang dia bisa. Yang punya karung bisa ikut lomba balap karung, yang doyan makan kerupuk bisa ikut lomba makan kerupuk, yang hobi nyolongin mangga tetangga bisa ikutan lomba panjat pinang, yang hobi menyamar bisa ikutan karnaval dengan berdandan menjadi yang dia pengen, dan yang hobi ngintip bisa ikutan menjadi penonton saja dalam setiap lomba yang diadakan. –gak ada harapan sama sekali-
Sedari kecil aku juga sudah sangat berbakat dalam keaktifan mengikuti kegiatan menjelang Tujuhbelasan. Iya, di negaraku memang lebih terkenal istilah tujuhbelasan daripada 17 agustus. Temen-temen pembaca sudah tahu kan apa itu tujuhbelasan?? Jangan sampai kejadian konyol seperti ini berulang:
X : eh, ayo ikut tujuhbelasan yuk!
Y : ayok! Tapi ngomong-ngomong, tujuhbelasan itu hari apa ya??
X : itu, 17 agustus.
Y : iya, 17 Agustus itu tanggal berapa ya??
X : .....?????!!!!!XKXLJFJDEWDKM
Nah lho, parah kan?? Masak sebagai warga negara indonesia kita gak tahu 17 Agustus itu tanggal berapa?? Kalo gak tahu 17 agustus itu tanggal berapa, wajib dipiara dan dikandangin tuh orang. Masukkan dalam lemari kaca, dan beri tulisan gedhe-gedhe di kacanya dengan kata-kata “Manula”, -Manusia Langka-.
Sedari kecil, aku sudah terbiasa untuk berpartisipasi dalam setiap kegiatan tujuhbelasan. Yang paling sering sih sebagai peserta karnaval, dengan dandanan yang paling gak necis diantara temen-temen yang ikutan. Jika yang lain selalu berdandan dengan penuh keyakinan dalam setiap kegiatan karnaval, tidak demikian halnya dengan aku. Aku dandan menjadi sesuatu yang lumayan banget –lumayan buat digebukin-Yaitu, selalu sebagai atlit olah raga!! Sumpah, enak banget dandan sebagai atlit olah raga ini. Kita sama sekali gak perlu mengeluarkan modal. Karena, sewaktu SD dulu, untuk menjadi atlit olahraga dalam setiap kegiatan karnaval yang dilaksanakan, kita Cuma perlu menyiapkan kaos olah raga (yang dipakai sewaktu pelajaran olah raga), celana pendek (bisa celana olah raga, bisa juga celana sekolah yang berwarna merah atau putih), kaus kaki dan sepatu (keduanya juga dipakai setiap hari kalo lagi sekolah). Nah, selesai deh kita berdandan ala atlit olah raga. Kalo ingin lebih lengkap dikit, bisa bawa raket, bola, ato bed untuk bermain tenis meja itu. Dan Itupun juga hasil pinjeman dari sekolah..
Pakaian Adat, Selalu Dinanti para penonton..

Pakaian Adat 2..

Tentara Mataram

Namun konsekuensinya adalah, dengan dandanan yang sesederhana itu, jangan harap mata para penonton akan tertuju pada kita. Para penonton yang berjajar di pinggir jalan sepanjang jalur karnaval, pasti akan lebih tertarik untuk melihat para peserta yang berdandan dengan modal tinggi seperti mereka yang berdandan ala pakaian daerah, tentara, atau minimal berdandan yang beda dengan yang lainnya lah. Mereka akan berdecak kagum ketika rombongan peserta dengan pakaian adat daerah di indonesia (biasanya di tempatkan pada deretan paling depan dari rombongan karnaval). Mereka akan ternganga menikmati keindahan pakaian yang dikenakan oleh para peserta, sampai terkadang mereka berdecak kagum dibuatnya. Ketika semua rombongan yang bagus-bagus sudah lewat, dan tinggal rombongan yang menggunakan seragam atlit olah raga (biasanya ditempatkan dalam kelompok paling akhir), sebagian besar penonton hampir bisa dipastikan sudah pada bubar. Hanya tersisa sebagian penonton yang masih setia di pinggir jalan. Jangan menyimpulkan kalo mereka tetap disana karena ingin melihat rombongan kami, mereka tetap disana juga mungkin karena lagi shock melihat rombongan yang sangat biasa-biasa saja, sehingga saking shock nya, untuk bergerak saja mereka sudah malas.
Rombongan yang menjadi atlit olah raga, gimanapun menariknya tak akan mampu mengalahkan daya tarik dari mereka yang menggunakan pakaian adat yang bagus-bagus. Jangan harap para penonton akan menoleh pada kita. Kalopun mereka menoleh, pasti dengan gerakan yang tak akan selalu sama, yakni mengelus dada dan spontan mengucapkan “astaghfirullahhal adziiiimmm.... makhluk apa ini ya Allahh... kok ada ya makhluk hemaprodit seperti ini??!!!”.
Dandan Jadi Item -halah- selese kemah langsung gini...

Pemberani... berani selpi sama pocong -jangan dikomen itemnya, baru selese kemah yaaa...

Mungkin satu-satunya cara bagi kelompok yang berdandan menjadi atlit olahraga untuk mendapatkan perhatian para penonton adalah dengan cara selalu tersenyum. Bukan hanya tersenyum, itu pun harus diikuti dengan gerakan-gerakan bernyanyi keras-keras, berteriak-teriak kayak orang kesambet, berguling-guling di jalanan, kemudian buka baju satu persatu, berjoget-joget kekiri dan kekanan dan tak lupa tunjuk-tunjukin tititnya seperti orang gila yang agak waras namun kembali gila lagi setelah kehabisan obat. –jangan ditiru, adegan berbahaya-
Yah, kadang memang kita merasakan dunia ini tak adil. Namun tidak semuanya benar lho. Para peserta karnaval yang memakai baju bagus-bagus, berjalan anggun, pelan-pelan, dan selalu menjadi pusat perhatian para penonton tak selamanya enak. Ada satu waktu ketika para peserta dengan dandanan yang sangat biasa plus gak modal mendapatkan manfaat dari dandanannya. Yakni ketika hari mendung, dan mendadak turun hujan. Mereka yang berdandan sebagai atlit olahraga pasti dengan cepat bisa mencari tempat untuk berteduh, karena mereka tinggal berlari. Bahkan jika perlu, langsung saja berlari pulang. Sedangkan untuk mereka yang berdandan pakaian adat tadi harus minta bantuan orang lain untuk sekedar bisa berjalan cepat. Merka harus mencincing, minta digendong, atau bahkan nangis dulu dan berguling-guling ditengah jalan biar ditolong oleh orang lain biar bisa berteduh. Allah memang maha adil. Disatu sisi Dia memberikan keindahan bagi setiap mata memandang, tapi keindahan itu diwaktu tertentu tak berguna bagi penyandangnya, dan disisi lain Dia memberikan sesuatu yang biasa pada yang lain sehingga tak mampu menarik minat bagi yang melihatnya, namun, sesuatu yang biasa itu sungguh sangat bermanfaat ketika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. (mantap sekali kata-kataku ya.. hampir nyaingi Bapak Mario Teguh...)
Jadi kesimpulannya adalah, ketika menurut kita, sesuatu tersebut adalah baik, belum tentu hal itu baik, ketika menurut kita itu biasa saja, belum tentu tak ada manfaatnya. Karena Tuhan menciptakan segala sesuatu secara seimbang. Hal-hal yang baik, pasti mempunyai kekurangan, dan sesuatu yang kurang mempunyai pesona, pasti memiliki kelebihan masing-masing..
Back to the topic, -keminggris gayane-. Mungkin dulu, duluuuuuu sekali ketika aku masih menjadi siswa dari sekolah dasarku, para guru begitu sesak dadanya ketika melihat dandanan kami yang dari tahun ke tahun selalu begitu-begitu saja. Tidak kompetitif dan tidak ada perubahan yang signifikan terhadap peserta lain dalam karnaval yang diadakan. Mungkin para guruku dulu menahan-nahan diri untuk tidak memulangkan kami lebih cepat dalam karnaval karena pakaian yang kami kenakan sangat diluar batas kewajaran nalar manusia normal. –pakaian olah raga yang sangat biasa-biasa saja. Bahkan kadang sudah lusuh karena sering dipakai dirumah padahal tidak sedang berolah raga. Maklum lah pakaian multifungsi dan multiguna, selain dipakai untuk pelajaran olah raga, kaos itu pun juga dipakai di rumah untuk bermain, tidur, belajar, dan segalanya. Terkadang malah dipakai buat mandi segala. Jadi wajar lah kalau sampai lusuh gitu-.

Namun sepertinya kesabaran guru-guruku dulu, terbalas dalam era modern ini. Tau gak, karena dulu aku suka memakai pakaian yang biasa aja dalam kegiatan karnaval, maka.... Tuhan membalasnya dengan jalan yang serupa! Anak-anak disekolah yang saat ini aku mengabdi, ternyata juga hobi mengikuti karnaval dengan pakaian seadanyaaaaa.... memang, hidup itu penuh dengan keadilan, apa yang tidak terbalaskan dahulu, mungkin akan terbalaskan saat ini atau nanti.. jadi, selamat hari kemerdekaan ke 70 tahun indonesiaku, terima kasih para pejuang, terima kasih untuk para veteran, dan terima kasih Tuhan yang maha kuasa atas segala rahmat yang telah diberikan dalam memerdekakan negara kami. Salam Olah raga!! –agak nyambung kalo ini.
Anak-anak sekolahku... malah lebih bebas.. hikssss

yang penting kacamata...

Mulung juga ternyata.. hadeeehhh...

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...